Serangan Ekstensif, AS Bakal Terus Gempur Iran dari Udara dan Laut
Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:10 WIB
Washington, Beritasatu.com – Eskalasi militer di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa mereka akan terus melancarkan serangan udara dan laut yang bersifat "ekstensif" ke wilayah Iran. Operasi ini menandai keterlibatan militer secara langsung dalam skala besar guna menekan stabilitas rezim di Teheran.
Seorang pejabat tinggi Amerika Serikat mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa gelombang serangan ini merupakan bagian dari strategi terukur yang dirancang bersama militer Israel. Menurutnya, fokus utama dari agresi gabungan ini adalah untuk melumpuhkan infrastruktur serta aparat keamanan Iran secara menyeluruh.
Meskipun skala serangan dilaporkan terus meningkat, pejabat tersebut menegaskan bahwa saat ini operasi militer masih dibatasi pada target-target strategis yang berada di dalam wilayah daratan Iran. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir keterlibatan aktor luar negeri lainnya secara langsung, meski tetap memberikan dampak destruktif pada sistem pertahanan Teheran.
“Serangan AS-Israel bertujuan untuk melumpuhkan aparat keamanan Iran dan saat ini terbatas pada target di dalam Iran,” ujar pejabat tersebut dalam pernyataannya pada Sabtu (28/2/2026).
Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk melemahkan pengaruh Garda Revolusi Iran (IRGC) serta unit-unit pertahanan udara yang selama ini menjadi tulang punggung kekuatan militer negara tersebut.
Operasi ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan partisipasi tempur aktif. Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dipastikan terlibat langsung dalam misi pengeboman dan intersepsi. Koordinasi taktis dilakukan secara real-time dengan Pasukan Pertahanan Israel guna memastikan akurasi serangan terhadap pusat-pusat komando Iran.
Keterlibatan aset laut juga menjadi sorotan. Kapal-kapal perang AS yang berada di kawasan Teluk dilaporkan telah meluncurkan rudal-rudal presisi tinggi untuk menghantam situs-situs militer di pesisir Iran. Kombinasi serangan udara dan laut ini menciptakan tekanan berlapis yang sulit diantisipasi oleh sistem pertahanan udara Iran yang kini mulai kewalahan.
Hingga berita ini diturunkan, komunitas internasional masih memantau dampak kerusakan serta potensi balasan yang mungkin diluncurkan oleh Iran. Dengan komitmen AS untuk terus melanjutkan serangan "ekstensif" ini, Timur Tengah kini berada di ambang perang terbuka yang dapat mengubah konstelasi geopolitik global secara permanen di tahun 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




