Siapa Pengganti Khamenei? Ini Kandidatnya
Minggu, 1 Maret 2026 | 11:42 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Republik Islam Iran menghadapi fase krusial menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hingga kini, tidak ada penerus resmi yang diumumkan untuk menggantikan pemimpin yang telah berkuasa hampir empat dekade tersebut.
Sesuai konstitusi Iran, pengganti Khamenei akan dipilih oleh Majelis Pakar, sebuah badan yang terdiri dari 88 ulama senior terpilih. Lembaga ini hanya pernah menjalankan tugas tersebut sekali sejak Revolusi Islam 1979, yakni ketika memilih Khamenei menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Pemerintah Iran diperkirakan akan bergerak cepat guna menunjukkan stabilitas politik. Anggota Majelis Pakar disebut-sebut segera berkumpul untuk membahas kandidat sebelum menunjuk pemimpin baru. Namun, situasi keamanan yang belum stabil akibat ancaman lanjutan serangan AS-Israel dapat memengaruhi proses tersebut.
Konstitusi Iran mengatur bahwa pemimpin tertinggi harus laki-laki, seorang ulama dengan kompetensi politik, otoritas moral, serta loyalitas kepada Republik Islam. Majelis Pakar memiliki kewenangan menafsirkan kriteria tersebut, termasuk kemungkinan mengecualikan ulama reformis yang mendukung keterbukaan sosial dan hubungan lebih luas dengan dunia internasional.
Dikutip dari CNN, sejumlah nama mulai disebut sebagai kandidat potensial pengganti Khamenei, yakni:
1. Mojtaba Khamenei
Putra kedua Khamenei, Mojtaba, dikenal memiliki pengaruh signifikan di balik layar dan hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta pasukan Basij. Namun, suksesi ayah ke anak dipandang sensitif di kalangan ulama Syiah Iran, mengingat revolusi 1979 menggulingkan sistem monarki.
Selain itu, Mojtaba bukan ulama berpangkat tinggi dan tidak memiliki jabatan resmi dalam struktur pemerintahan. Ia juga dikenai sanksi oleh AS pada 2019.
2. Ayatollah Alireza Arafi
Arafi merupakan ulama senior dan saat ini menjabat sebagai wakil ketua Majelis Pakar. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Penjaga yang berpengaruh serta memimpin sistem seminari Iran.
Menurut analis Middle East Institute, Alex Vatanka, penunjukan Arafi ke sejumlah posisi strategis menunjukkan adanya kepercayaan besar dari Khamenei terhadap kapasitasnya. Namun, Arafi tidak dikenal memiliki basis politik kuat maupun hubungan dekat dengan aparat keamanan.
3. Ayatollah Mohammad Mehdi Mirbagheri
Mirbagheri dikenal sebagai ulama garis keras dan anggota Majelis Pakar yang mewakili faksi konservatif. Ia memimpin Akademi Ilmu Islam di Qom dan dikenal vokal dalam sikap anti-Barat.
Sejumlah laporan menyebut ia mendukung pendekatan ideologis keras dalam konflik regional, menjadikannya figur yang kontroversial.
4. Hassan Khomeini
Hassan Khomeini adalah cucu pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Ia memiliki legitimasi revolusioner dan agama, tetapi belum pernah menduduki jabatan publik penting.
Ia dikenal lebih moderat dibandingkan sebagian ulama konservatif dan sempat dilarang mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Pakar pada 2016.
5. Mohammad-Hassan Bushehri
Bushehri merupakan ulama senior yang menjabat sebagai wakil ketua pertama Majelis Pakar. Ia disebut dekat dengan Khamenei, tetapi memiliki profil rendah dan tidak dikenal memiliki hubungan kuat dengan IRGC.
Proses suksesi Pemimpin Tertinggi Iran akan menjadi momen paling menentukan dalam sejarah politik modern negara tersebut. Stabilitas internal, dukungan aparat keamanan, serta dinamika konflik AS-Israel dan Iran akan sangat memengaruhi arah keputusan Majelis Pakar.
Ketidakjelasan penerus Khamenei meningkatkan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, sekaligus memicu spekulasi tentang masa depan kepemimpinan dan kebijakan nuklir Iran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




