ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS-Israel Serang Iran Jadi Ujian Narasi Perdamaian Global

Minggu, 1 Maret 2026 | 11:53 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Pasukan militer Israel, Israel Defense Forces (IDF) menyatakan pihaknya membidik sistem rudal dan pertahanan udara Iran.
Pasukan militer Israel, Israel Defense Forces (IDF) menyatakan pihaknya membidik sistem rudal dan pertahanan udara Iran. (U.S. Central Command via AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Konflik militer antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel dinilai menjadi ujian besar bagi kredibilitas narasi perdamaian global sekaligus ancaman serius terhadap stabilitas Timur Tengah.

Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) Ahmad Khoirul Umam menyatakan eskalasi yang terjadi pada 2026 memperlihatkan kontradiksi antara retorika stabilitas internasional dan praktik penggunaan kekuatan militer di lapangan.

Menurut Umam, serangan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran mencerminkan kecenderungan pendekatan unilateral dalam geopolitik. Ia menilai penggunaan instrumen militer sebagai alat utama diplomasi berpotensi melemahkan prinsip multilateralisme dan hukum internasional.

ADVERTISEMENT

“Serangan ini menjadi ujian terhadap konsistensi narasi perdamaian global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Umam menjelaskan, Iran dipandang bukan sekadar negara, melainkan poros jaringan kekuatan regional yang selama ini menjadi penyeimbang dominasi AS–Israel di Timur Tengah.

Kelompok seperti Hezbollah, Hamas, dan Houthi Movement disebut memiliki keterkaitan strategis dengan Teheran dalam konfigurasi keamanan kawasan.

“Netralisasi Iran bukan hanya persoalan satu negara, tetapi berimplikasi pada perubahan keseimbangan kekuatan regional,” katanya.

Ia juga menyoroti potensi Iran menggunakan Selat Hormuz sebagai kartu retaliasi. Jalur tersebut dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari dan menjadi salah satu nadi utama distribusi energi global.

Gangguan di kawasan itu berisiko memicu lonjakan harga energi dan instabilitas ekonomi dunia. Jika eskalasi berlangsung lama, dampaknya dapat meluas ke sektor logistik dan pasar keuangan internasional.

Risiko Meluas ke Negara Teluk

Konflik juga berpotensi berkembang menjadi konfrontasi regional apabila Iran terus menyerang basis militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk seperti Kuwait, Bahrain, dan Arab Saudi.

Dalam situasi tersebut, negara-negara Teluk akan menghadapi dilema strategis antara menjaga hubungan keamanan dengan Washington atau menghindari keterlibatan langsung sebagai medan tempur.

“Dalam logika security dilemma, langkah defensif bisa dibaca sebagai ofensif, dan itu membuat eskalasi sulit dikendalikan,” ujarnya.

Transisi Kepemimpinan dan Stabilitas Iran

Umam turut menyoroti dinamika internal Iran selepas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, terbukti benar. Masa transisi dinilai berpotensi memicu konsolidasi elite yang dapat memengaruhi arah kebijakan luar negeri.

Menurut dia, fase suksesi kerap menjadi periode sensitif yang meningkatkan risiko kebijakan eksternal agresif demi menjaga legitimasi domestik.

“Dalam tatanan dunia multipolar, konflik regional seperti ini menjadi ujian bagi tata kelola keamanan internasional. Jika tindakan unilateral dibiarkan tanpa respons kolektif, preseden serupa dapat muncul di kawasan lain,” katanya.

Umam mendorong komunitas internasional memperkuat jalur diplomasi dan deeskalasi untuk mencegah konflik berkembang menjadi krisis global yang lebih luas.

“Tanpa komitmen bersama untuk meredakan ketegangan, stabilitas Timur Tengah dan keamanan global berada dalam taruhan besar,” katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Siapkan Hadiah bagi Penemu Kru Jet Tempur F-15 AS yang Hilang

Iran Siapkan Hadiah bagi Penemu Kru Jet Tempur F-15 AS yang Hilang

INTERNASIONAL
AS-Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran

AS-Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran

INTERNASIONAL
AS dan Iran Berlomba Temukan 1 Awak Jet Tempur F-15 yang Hilang

AS dan Iran Berlomba Temukan 1 Awak Jet Tempur F-15 yang Hilang

INTERNASIONAL
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran

Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran

INTERNASIONAL
Dubes Iran untuk RI Ajak Umat Islam Tak Perdebatkan Syiah dan Sunni

Dubes Iran untuk RI Ajak Umat Islam Tak Perdebatkan Syiah dan Sunni

INTERNASIONAL
Temui Din Syamsuddin, Dubes Iran Ajak Tokoh Islam Dukung Antiperang

Temui Din Syamsuddin, Dubes Iran Ajak Tokoh Islam Dukung Antiperang

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT