ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketegangan Memanas, China Siap Evakuasi Warganya dari Iran

Minggu, 1 Maret 2026 | 11:59 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Serangan Israel terhadap kompleks pemimpin tertinggi Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Serangan Israel terhadap kompleks pemimpin tertinggi Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. (Airbus DS 2026 via AP/Pléiades Neo (c))

Beijing, Beritasatu.com - Pemerintah China mulai mengorganisir evakuasi warganya dari Iran di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.

Menurut laporan media China, sebuah organisasi komunitas Tiongkok di Iran tengah mendata warga yang ingin dievakuasi ke negara-negara tetangga.

Presiden Federasi Organisasi Tiongkok Iran, Tan Kai mengatakan kepada surat kabar Global Times bahwa lebih dari 200 warga China saat ini tersebar di berbagai wilayah Iran.

ADVERTISEMENT

Kelompok tersebut, lanjut Tan, sedang melakukan persiapan evakuasi atas instruksi Kedutaan Besar China di Teheran.

Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar China menyebut perbatasan darat Iran dengan Azerbaijan, Armenia, dan Turki masih terbuka bagi individu yang ingin meninggalkan negara tersebut secara mandiri.

Otoritas diplomatik China mendorong warganya untuk mempertimbangkan jalur darat sebagai opsi evakuasi sementara, mengingat situasi penerbangan internasional di kawasan terdampak konflik.

Selain di Iran, Kedutaan Besar China di Israel juga mengeluarkan imbauan keselamatan. Warga negara China diminta menjauh dari pusat kota Tel Aviv, Haifa, dan Yerusalem, serta menghindari area strategis seperti bandara, pembangkit listrik, dan fasilitas vital lainnya.

Kedutaan juga menyatakan akan mulai mendaftarkan warga China di Israel pada Minggu (1/3/2026) yang ingin dievakuasi ke Mesir dan tidak dapat meninggalkan wilayah tersebut secara mandiri.

Langkah evakuasi ini mencerminkan kekhawatiran Beijing terhadap dampak meluasnya konflik AS-Israel dan Iran terhadap keselamatan warga sipil asing di kawasan.

Sejumlah negara lain sebelumnya juga telah menyiapkan rencana kontingensi untuk mengevakuasi warganya dari Timur Tengah, seiring meningkatnya risiko keamanan dan ketidakpastian geopolitik.

Hingga kini, pemerintah China belum mengumumkan jumlah pasti warga yang akan dievakuasi maupun jadwal pelaksanaan pemindahan tersebut. Situasi di lapangan masih terus dipantau secara ketat oleh otoritas diplomatik setempat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT