ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pezeshkian: Iran Sah Membalas Dendam atas Ali Khamenei!

Minggu, 1 Maret 2026 | 17:04 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden Iran Masoud Pezeshkian nyatakan dukungan terhadap Qatar, serukan negara-negara Islam harus bersatu untuk melawan Israel.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian nyatakan dukungan terhadap Qatar, serukan negara-negara Islam harus bersatu untuk melawan Israel. (AP Photo/Vahid)

Teheran, Beritasatu.com – Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara resmi menyatakan bahwa melakukan pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior lainnya merupakan "kewajiban dan hak yang sah" bagi negaranya.

Pernyataan keras ini disampaikan Pezeshkian menanggapi serangan udara mematikan yang diduga kuat didalangi oleh koordinasi militer Amerika Serikat dan Israel di pusat kota Teheran, Sabtu (28/2/2026) kemarin pagi.

Dalam sebuah pidato resmi yang disiarkan oleh media pemerintah, Presiden Pezeshkian menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak akan tinggal diam atas apa yang ia sebut sebagai "kejahatan bersejarah". Ia menegaskan bahwa seluruh elemen kekuatan negara akan dikerahkan untuk menuntut keadilan.

ADVERTISEMENT

“Republik Islam Iran menganggap upaya mencari keadilan dan membalas dendam kepada para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan bersejarah ini sebagai tugas dan hak sahnya, dan akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban besar ini,” kata presiden, seraya menyampaikan belasungkawa mendalam bagi para martir yang gugur.

Sikap tegas Pezeshkian ini mencerminkan kemarahan mendalam di korps pemerintahan Iran. Analis geopolitik menilai bahwa penggunaan istilah "seluruh kekuatan" mengindikasikan kemungkinan mobilisasi militer besar-besaran, termasuk keterlibatan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan proksi-proksi regional Iran di Lebanon, Suriah, hingga Yaman.

Situasi di Teheran saat ini dilaporkan sangat mencekam. Sejak konfirmasi kematian Ali Khamenei, ribuan warga turun ke jalan, menuntut tindakan nyata dari pemerintah. Di sisi lain, tekanan internasional terus meningkat agar semua pihak menahan diri guna menghindari perang terbuka yang dapat menghancurkan stabilitas energi global.

Upaya mencari keadilan yang ditegaskan oleh Pezeshkian tidak hanya menyasar para eksekutor di lapangan, tetapi juga para pengambil kebijakan di Washington dan Tel Aviv. Iran memandang serangan terhadap kompleks kepemimpinan di Teheran sebagai pelanggaran kedaulatan yang paling berat dalam satu dekade terakhir.

Hingga berita ini diturunkan, militer Iran dikabarkan telah meningkatkan status siaga di sepanjang perbatasan dan situs-situs strategis nasional. Komunitas internasional kini menanti langkah nyata apa yang akan diambil oleh "Negeri Para Mullah" tersebut dalam memenuhi "kewajiban besar" yang dinyatakan oleh sang presiden.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT