ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gelombang Serangan Rudal dan Drone Iran Mengarah ke Bahrain

Minggu, 1 Maret 2026 | 17:33 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Asap membumbung ke langit setelah ledakan akibat rudal Iran di Manama, Bahrain, Sabtu (28/2/2026).
Asap membumbung ke langit setelah ledakan akibat rudal Iran di Manama, Bahrain, Sabtu (28/2/2026). (Al Jazeera/Reuters)

Manama, Beritasatu.com -  Situasi di kawasan Teluk kian mencekam setelah Pusat Komunikasi Nasional Bahrain melaporkan adanya intersepsi terhadap gelombang baru serangan udara. Bahrain mengonfirmasi bahwa sejumlah "rudal balistik dan drone Iran yang bermusuhan" berhasil dicegat di wilayah udara negara tersebut pada Minggu (1/3/2026).

Insiden ini menandai perluasan front pertempuran setelah rentetan serangan presisi sebelumnya yang mengguncang pusat kepemimpinan di Teheran. Bahrain, yang merupakan sekutu strategis Amerika Serikat di kawasan tersebut, kini berada dalam posisi siaga tinggi.

Sementara itu, pejabat keamanan tertinggi Iran sekaligus tokoh berpengaruh, Ali Larijani, mengeluarkan peringatan keras melalui platform media sosial X. Ia menegaskan bahwa serangan yang dilakukan Iran sebelumnya hanyalah permulaan dari aksi yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

“Kemarin Iran menembakkan rudal ke Amerika Serikat dan Israel, dan rudal-rudal itu memang menimbulkan kerusakan,” tulis Larijani.

Ia menambahkan dengan nada menantang. “Hari ini kita akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah mereka alami sebelumnya," tegasnya.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas tewasnya tokoh-tokoh kunci Iran dalam operasi militer sebelumnya. Larijani mengisyaratkan bahwa Iran siap menanggung segala risiko demi melakukan pembalasan yang setimpal.

Di belahan dunia lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tanggapan yang tak kalah sengit. Menggunakan gaya bahasa yang serupa, Trump memperingatkan Teheran agar tidak melanjutkan provokasi militer lebih lanjut.

Melalui unggahan di media sosial, Trump menuliskan kekhawatirannya sekaligus gertakan militer. “Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras daripada serangan yang pernah mereka terima sebelumnya,” tulis sang Presiden AS.

Trump kemudian memberikan peringatan penutup yang tajam. “Sebaiknya mereka tidak melakukan itu, karena jika mereka melakukannya, kita akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya!," ujarnya.

Intersepsi rudal di Bahrain menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara di kawasan Teluk tengah diuji secara maksimal. Para analis militer mengkhawatirkan bahwa saling ancam antara Larijani dan Trump bukan sekadar retorika politik, melainkan pengantar menuju konfrontasi terbuka yang melibatkan banyak negara.

Hingga saat ini, aktivitas militer di perairan Teluk terus meningkat. Pasukan koalisi internasional dilaporkan terus memantau pergerakan peluncur rudal bergerak di wilayah pesisir Iran guna mengantisipasi gelombang serangan drone berikutnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT