JK Respons Niat Prabowo Jadi Mediator Mediator AS-Israel dengan Iran
Minggu, 1 Maret 2026 | 17:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla merespons rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (1/3/2026), JK menilai upaya tersebut bukan perkara mudah.
Ia memandang posisi Indonesia saat ini belum cukup kuat untuk menjadi penengah dalam konflik geopolitik besar tersebut. “Rencana itu baik saja, tetapi situasinya jauh lebih besar dan kompleks,” ujarnya.
JK juga menyinggung adanya perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dinilainya tidak seimbang. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan posisi Indonesia dengan Negeri Paman Sam. “Bagaimana kita mendamaikan pihak-pihak yang tidak setara dalam keadaan seperti ini?” kata JK.
Ia menambahkan, bahkan konflik Israel dan Palestina yang telah berlangsung lama pun sulit diselesaikan karena dinamika global sangat dipengaruhi oleh sikap Amerika Serikat.
Ketegangan meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan militer Amerika telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Salah satu serangan gabungan AS-Israel dilaporkan menghantam Teheran, termasuk area dekat kediaman Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan roket ke Israel serta sejumlah target di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Pada 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur kerja selama sepekan.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Presiden Prabowo siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan dan menciptakan kembali kondisi keamanan yang kondusif.
Meski demikian, menurut JK, peran mediator dalam konflik sebesar ini membutuhkan posisi tawar dan pengaruh global yang kuat. Di tengah eskalasi konflik AS-Israel dan Iran, peluang Indonesia untuk menjadi penengah dinilai tetap menghadapi tantangan besar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL Makassar Akan Olah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




