ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

JK Respons Niat Prabowo Jadi Mediator Mediator AS-Israel dengan Iran

Minggu, 1 Maret 2026 | 17:35 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Muhammad Jusuf Kalla (JK) merespons rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. JK menilai upaya tersebut bukan perkara mudah. Ia memandang posisi Indonesia saat ini belum cukup kuat untuk menjadi penengah dalam konflik geopolitik besar tersebut.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Muhammad Jusuf Kalla (JK) merespons rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. JK menilai upaya tersebut bukan perkara mudah. Ia memandang posisi Indonesia saat ini belum cukup kuat untuk menjadi penengah dalam konflik geopolitik besar tersebut. (Beritasatu.com/Ichsan Ali)

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla merespons rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (1/3/2026), JK menilai upaya tersebut bukan perkara mudah. 

Ia memandang posisi Indonesia saat ini belum cukup kuat untuk menjadi penengah dalam konflik geopolitik besar tersebut. “Rencana itu baik saja, tetapi situasinya jauh lebih besar dan kompleks,” ujarnya.

JK juga menyinggung adanya perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dinilainya tidak seimbang. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan posisi Indonesia dengan Negeri Paman Sam. “Bagaimana kita mendamaikan pihak-pihak yang tidak setara dalam keadaan seperti ini?” kata JK.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, bahkan konflik Israel dan Palestina yang telah berlangsung lama pun sulit diselesaikan karena dinamika global sangat dipengaruhi oleh sikap Amerika Serikat.

Ketegangan meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan militer Amerika telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Salah satu serangan gabungan AS-Israel dilaporkan menghantam Teheran, termasuk area dekat kediaman Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan roket ke Israel serta sejumlah target di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Pada 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur kerja selama sepekan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Presiden Prabowo siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan dan menciptakan kembali kondisi keamanan yang kondusif.

Meski demikian, menurut JK, peran mediator dalam konflik sebesar ini membutuhkan posisi tawar dan pengaruh global yang kuat. Di tengah eskalasi konflik AS-Israel dan Iran, peluang Indonesia untuk menjadi penengah dinilai tetap menghadapi tantangan besar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

SBY dan JK Melayat Menhan Juwono Sudarsono di Kemenhan

SBY dan JK Melayat Menhan Juwono Sudarsono di Kemenhan

NASIONAL
JK: Idulfitri Momentum Perkuat Persatuan

JK: Idulfitri Momentum Perkuat Persatuan

NASIONAL
Gibran, Jokowi, hingga JK Salat Id di Masjid Istiqlal Hari Ini

Gibran, Jokowi, hingga JK Salat Id di Masjid Istiqlal Hari Ini

NASIONAL
Jusuf Kalla: Indonesia Harus Tegas Sikapi Serangan terhadap Iran

Jusuf Kalla: Indonesia Harus Tegas Sikapi Serangan terhadap Iran

NASIONAL
Prabowo Gelar Buka Puasa di Istana, Jusuf Kalla Turut Hadir

Prabowo Gelar Buka Puasa di Istana, Jusuf Kalla Turut Hadir

NASIONAL
JK Terima Dubes Iran Bahas Peluang Mediasi Indonesia

JK Terima Dubes Iran Bahas Peluang Mediasi Indonesia

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT