ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Serangan Rudal dan Drone Iran di UEA Tewaskan 3 Orang, 58 Terluka

Minggu, 1 Maret 2026 | 21:22 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Mengupas arti nama rudal Iran yang sarat makna sejarah dan agama.
Mengupas arti nama rudal Iran yang sarat makna sejarah dan agama. (AP Photo/Iranian Defense Ministry)

Abu Dhabi, Beritasatu.com – Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa sedikitnya tiga orang tewas dan 58 lainnya luka-luka sejak Iran melancarkan serangan pembalasan besar-besaran di wilayah tersebut pada akhir Februari 2026.

Serangan ini merupakan respons langsung Teheran terhadap operasi militer gabungan AS-Israel yang sebelumnya menghantam fasilitas vital di Iran. Kini, UEA yang merupakan salah satu pusat ekonomi dunia, harus menghadapi ancaman proyektil dari seberang Teluk.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab merilis data resmi terkait intensitas serangan yang masuk ke wilayah udara mereka. Dalam pernyataan resminya, otoritas pertahanan UEA mengungkapkan bahwa sistem deteksi mereka bekerja ekstra keras menghadapi gelombang serangan balistik dan nirawak.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini, UEA berhasil mendeteksi setidaknya 165 rudal balistik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 rudal berhasil dihancurkan sebelum mencapai target, sementara dua rudal jelajah lainnya juga berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Tidak hanya rudal, ancaman juga datang dari udara dalam bentuk pesawat nirawak (drone).

“Sebanyak 541 drone Iran terdeteksi, 506 di antaranya berhasil dicegat dan dihancurkan,” jelas pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan UEA.

Meski sebagian besar serangan berhasil ditangkis, hantaman rudal yang lolos tetap membawa dampak fatal. Laporan terbaru mengonfirmasi kematian tiga orang warga sipil. Ketiga korban jiwa tersebut diidentifikasi sebagai pekerja asing yang berasal dari Pakistan, Nepal, dan Bangladesh.

Selain korban tewas, tercatat 58 orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Pemerintah UEA mengutuk keras serangan ini dan menyebutnya sebagai ancaman serius bagi keamanan maritim dan stabilitas regional. Saat ini, fasilitas publik dan area perumahan di dekat instalasi strategis terus dijaga ketat.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT