Araghchi Isyaratkan Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran dalam 48 Jam
Minggu, 1 Maret 2026 | 21:43 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Pemerintah Republik Islam Iran bergerak cepat untuk menjaga stabilitas politik pascatewasnya Ali Khamenei. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan sinyal kuat bahwa pemilihan Pemimpin Tertinggi (supreme leader) yang baru akan segera dilaksanakan melalui prosedur konstitusional yang ketat.
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Araghchi menegaskan bahwa seluruh lembaga negara tetap berfungsi normal dan tidak ada kekosongan kekuasaan yang berarti. Ia meyakinkan publik internasional bahwa sistem hukum Iran telah mengantisipasi situasi darurat seperti saat ini.
Araghchi menguraikan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi, sebuah dewan transisi telah resmi dibentuk untuk menjalankan fungsi kepemimpinan sementara. Dewan ini terdiri dari tiga tokoh kunci yang mewakili elemen eksekutif, yudikatif, dan hukum agama.
"Saat ini dewan transisi telah dibentuk dan anggotanya terdiri dari presiden, kepala lembaga peradilan, dan salah satu ahli hukum dari Dewan Penjaga Konstitusi," jelas Araghchi.
Kelompok triumvirat ini memegang kendali penuh atas urusan negara hingga pemimpin baru ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa koordinasi militer dan kebijakan luar negeri Iran tetap berjalan selaras di tengah tekanan konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Mengenai durasi pemilihan, Araghchi memberikan estimasi waktu yang cukup mengejutkan. Ia memprediksi bahwa Majelis Ahli (Assembly of Experts), badan yang berwenang memilih pemimpin tertinggi, tidak akan memakan waktu lama untuk mencapai kesepakatan.
"Ada prosedur yang tercantum dalam konstitusi kita. Kami sekarang telah memulai prosedur tersebut. Proses pemilihan pemimpin baru oleh Majelis Ahli, saya berasumsi bahwa itu akan memakan waktu singkat. Mungkin dalam satu atau dua hari mereka akan memilih pemimpin baru untuk negara ini," ungkap sang Menteri Luar Negeri.
Araghchi menekankan pentingnya legalitas dalam proses ini. Ia meyakinkan bahwa tidak akan ada manuver politik di luar jalur hukum. "Jadi semuanya sudah beres dan semuanya sesuai dengan sistem hukum kita dan sesuai dengan konstitusi. Semuanya berjalan sesuai rencana," tambahnya.
Langkah cepat Teheran dalam mengumumkan prosedur suksesi ini dinilai sebagai upaya untuk meredam spekulasi mengenai keretakan internal. Dengan menunjukkan bahwa prosedur hukum tetap ditaati, Iran ingin mengirimkan pesan kepada dunia, terutama kepada lawan-lawan politiknya bahwa struktur pemerintahan mereka tetap solid meski kehilangan figur sentral.
Dunia kini menanti dengan penuh tanya: siapakah sosok yang akan dipilih oleh Majelis Ahli untuk memimpin Iran melewati periode paling menantang dalam sejarah modernnya? Keputusan dalam satu atau dua hari ke depan akan menentukan arah masa depan geopolitik di Timur Tengah secara keseluruhan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




