ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran Klaim Serang Kapal Induk USS Abraham Lincoln dengan Rudal

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:26 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Kapal induk USS Abraham Lincoln dan pesawat B-52H Stratofortress Angkatan Udara AS melakukan latihan bersama di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS di Laut Arab.
Kapal induk USS Abraham Lincoln dan pesawat B-52H Stratofortress Angkatan Udara AS melakukan latihan bersama di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS di Laut Arab. (AP/AP)

Teheran, Beritasatu.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran, pada Minggu (1/3/2026), mengeklaim meluncurkan rentetan rudal balistik yang ditargetkan ke kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat. Teheran menyebut empat rudal balistik diarahkan ke kapal induk USS Abraham Lincoln, namun tidak merinci tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Klaim serangan rudal Iran terhadap kapal induk AS ini menjadi sorotan utama dalam perkembangan terbaru konflik kawasan. Hingga kini, pihak Washington belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim tersebut maupun dampak yang terjadi di lapangan.

Situasi keamanan di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz juga dilaporkan memburuk. UKMTO atau Organisasi Perdagangan Maritim Inggris menyebutkan dua kapal menjadi sasaran serangan terpisah.

ADVERTISEMENT

Satu kapal dilaporkan diserang di lepas pantai Oman, sementara kapal lainnya terdampak serangan di dekat Uni Emirat Arab. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti jenis benda atau proyektil yang menghantam kedua kapal tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global. Gangguan keamanan di wilayah ini kerap memicu lonjakan harga minyak dunia serta meningkatkan kekhawatiran pasar internasional. Kata kunci seperti Selat Hormuz memanas, serangan kapal di Teluk, dan konflik Iran AS terbaru menjadi tren pencarian seiring eskalasi situasi.

Di sisi lain, muncul laporan bahwa AS kemungkinan telah mengerahkan pesawat pembom siluman B-2 untuk menyerang target di Iran. Informasi ini disampaikan oleh kelompok analis independen, Aliansi Pengawasan Penerbangan Militer, yang terdiri dari sekitar 30 analis spesialis operasi penerbangan militer dan pemerintah AS.

Mereka meyakini setidaknya empat unit B-2 Spirit mungkin telah dikerahkan dalam operasi terbaru. Namun, pejabat AS belum mengonfirmasi kabar tersebut.

Sebagai catatan, dalam konflik pada Juni 2025, AS dilaporkan mengerahkan total 14 pesawat pembom B-2 untuk operasi pengalihan dan serangan udara yang menargetkan sejumlah fasilitas nuklir Iran. Langkah itu menandai salah satu operasi udara terbesar dalam ketegangan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Perkembangan ini mempertegas meningkatnya risiko konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat. Isu seperti rudal balistik Iran, kapal induk AS diserang, dan pembom B-2 serang Iran kini menjadi perhatian utama publik global.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda deeskalasi. Komunitas internasional menyerukan penahanan diri dari kedua belah pihak guna mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Usir Kapal Induk Abraham Lincoln, Iran: AS Alami Kekalahan Bersejarah

Usir Kapal Induk Abraham Lincoln, Iran: AS Alami Kekalahan Bersejarah

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT