ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Milisi Syiah Irak Klaim Serang Pasukan AS di Baghdad

Senin, 2 Maret 2026 | 10:47 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Ilustrasi drone
Ilustrasi drone (AP/AP)

Baghdad, Beritasatu.com - Sebuah milisi Syiah Irak mengeklaim telah melancarkan serangan drone yang menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) di Bandara Internasional Baghdad, Senin (2/3/2026) waktu setempat. Aksi tersebut disebut sebagai bagian dari eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang semakin meluas.

Kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu adalah Saraya Awliya al-Dam. Milisi ini merupakan salah satu kelompok Syiah bersenjata yang muncul dan beroperasi di Irak setelah invasi yang dipimpin AS pada 2003, yang menggulingkan Presiden Saddam Hussein.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut serangan drone itu ditujukan ke pangkalan militer yang digunakan pasukan AS di area bandara ibu kota Irak. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai dampak serangan maupun korban jiwa.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Amerika Serikat dan otoritas Irak belum memberikan komentar terkait klaim tersebut.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan, menyusul konflik yang melibatkan AS dan Israel dalam kampanye serangan udara terhadap Iran. Milisi yang didukung Teheran, termasuk Hizbullah Lebanon, dilaporkan ikut terlibat dalam eskalasi konflik tersebut.

Pengamat menilai, klaim serangan terhadap pasukan AS di Baghdad berpotensi memperburuk stabilitas keamanan Irak, yang selama ini berada dalam posisi sensitif di tengah rivalitas Washington dan Teheran.

Bandara Internasional Baghdad sendiri sebelumnya kerap menjadi lokasi serangan dalam dinamika konflik regional. Area tersebut diketahui menjadi salah satu lokasi strategis yang menampung fasilitas militer AS.

Eskalasi terbaru ini menambah daftar panjang ketegangan antara milisi pro-Iran dan pasukan AS di Irak. Situasi keamanan di kawasan diperkirakan masih akan bergejolak seiring meningkatnya konflik regional yang melibatkan aktor-aktor utama Timur Tengah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT