Takut Serangan Dadakan, Pemakaman Ali Khamenei Ditunda
Rabu, 4 Maret 2026 | 21:00 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Upacara penghormatan terakhir untuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran ditunda. Penundaan dilakukan hanya beberapa hari setelah Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat yang juga menewaskan sejumlah anggota keluarganya.
Kantor berita Tasnim melaporkan penundaan tersebut disebabkan persoalan logistik, termasuk permintaan masyarakat dari berbagai provinsi di Iran yang ingin menghadiri upacara tersebut.
Pengaturan pemakaman masih berlangsung dan diperkirakan akan menarik massa dalam jumlah sangat besar. Situasi itu juga memunculkan kekhawatiran potensi serangan lanjutan dari Amerika Serikat dan Israel terhadap kerumunan pelayat.
Sebagai perbandingan, sekitar 10 juta orang menghadiri pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.
Laporan itu muncul beberapa jam setelah ketua Islamic Propagation Council Iran Hojjatoleslam Mahmoudi sebelumnya menyatakan upacara perpisahan akan dimulai pukul 22.00 waktu setempat dan digelar di Imam Khomeini Prayer Hall, Teheran, selama tiga hari.
“Ruang doa akan menerima para pengunjung dan masyarakat dapat hadir untuk mengikuti upacara perpisahan serta kembali menunjukkan kehadiran yang kuat,” kata Mahmoudi seperti dikutip Al-Jazeera.
Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam usia 86 tahun. Ia menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh yang memimpin Revolusi Iran 1979 setelah runtuhnya kekuasaan shah.
Dalam sistem politik Iran, pemimpin tertinggi memiliki otoritas tertinggi atas seluruh cabang pemerintahan, militer, dan lembaga peradilan. Selain itu, posisi tersebut juga berperan sebagai pemimpin spiritual negara.
Ulama senior Iran Ayatollah Ahmad Khatami yang juga anggota Guardian Council serta Assembly of Experts mengatakan proses pemilihan pengganti Khamenei sudah mendekati keputusan.
“Pemimpin Tertinggi akan ditetapkan dalam waktu dekat. Kami sudah hampir mencapai kesimpulan, tetapi situasi negara saat ini adalah situasi perang,” ujar Khatami kepada televisi pemerintah.
Assembly of Experts beranggotakan 88 orang yang dipilih melalui pemilu setiap delapan tahun. Para kandidat yang ingin mencalonkan diri harus terlebih dahulu melalui proses verifikasi dan persetujuan dari Guardian Council.
Dewan tersebut merupakan lembaga pengawas kuat yang sebagian anggotanya ditunjuk langsung oleh pemimpin tertinggi.
Penunjukan pemimpin tertinggi baru cukup melalui suara mayoritas sederhana. Berdasarkan konstitusi Iran, kandidat harus merupakan ahli hukum Islam tingkat tinggi yang memiliki pemahaman mendalam mengenai yurisprudensi Syiah, serta memiliki kemampuan politik, keberanian, dan kapasitas administrasi.
Putra kedua Khamenei, Mojtaba Khamenei, disebut menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan ayahnya. Dua sumber Iran yang dikutip Reuters menyebut Mojtaba selamat dari serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Beri Pelukan Hangat untuk Keluarga TNI yang Gugur di Lebanon




