Pentagon: Kekuatan Militer Iran Melemah dari Jam ke Jam
Rabu, 4 Maret 2026 | 22:51 WIB
Washington, Beritasatu.com – Amerika Serikat (AS) menyatakan segera menguasai wilayah udara Iran seiring meningkatnya operasi militer bersama Israel dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan angkatan udara AS dan Israel diperkirakan memiliki kendali penuh atas ruang udara Iran dalam waktu kurang dari satu pekan.
“Kami baru saja memulai. Operasi ini terus dipercepat. Kemampuan militer Iran melemah dari jam ke jam,” ujar Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon, Rabu (4/3/2026).
Menurut Hegseth, serangan udara AS telah menghancurkan sisa kekuatan angkatan udara Iran serta sebagian besar armada laut negara tersebut di kawasan Teluk.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menyebut sejak perang dimulai pada Sabtu (28/2/2026), militer AS telah menenggelamkan sekitar 20 kapal angkatan laut Iran. Operasi tersebut dinilai secara efektif melumpuhkan kehadiran angkatan laut Iran di kawasan tersebut.
Pada Rabu, sebuah kapal selam bertenaga nuklir milik AS juga menenggelamkan kapal fregat angkatan laut Iran IRIS Dena di lepas pantai Sri Lanka menggunakan torpedo Mk-48.
Pentagon menyatakan intensitas peluncuran rudal balistik Iran mulai menurun dibandingkan pada fase awal konflik.
Pejabat pertahanan AS menilai penurunan tersebut berkaitan dengan gelombang serangan pembom B-2 serta pesawat tempur lain yang menargetkan wilayah yang disebut sebagai “sabuk rudal selatan” Iran.
Wilayah itu mencakup peluncur rudal balistik serta berbagai fasilitas pendukung yang memiliki jangkauan ke sejumlah negara Arab di kawasan Teluk. Meski demikian, serangan menggunakan drone dari Iran masih terus terjadi.
Sejumlah serangan udara balasan Iran dilaporkan menjangkau sekitar belasan negara, dengan sasaran infrastruktur sipil, fasilitas energi, pangkalan militer, hingga kantor diplomatik di beberapa negara Teluk.
Pada Selasa (3/3/2026), drone Iran dilaporkan menghantam Konsulat AS di Dubai serta Kedutaan Besar AS di Arab Saudi.
Serangan drone yang menghantam Dubai menjadi salah satu insiden yang memicu kekhawatiran internasional. Dubai selama ini dikenal sebagai pusat bisnis dan transportasi utama di kawasan Timur Tengah, sehingga setiap serangan militer di wilayah tersebut dinilai berpotensi memicu dampak ekonomi global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Beri Pelukan Hangat untuk Keluarga TNI yang Gugur di Lebanon




