Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Tembus 1.000 Orang
Rabu, 4 Maret 2026 | 22:54 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Jumlah korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran dalam lima hari terakhir dilaporkan melampaui 1.000 orang. Informasi tersebut disampaikan media pemerintah Iran di tengah konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.
Seiring meningkatnya eskalasi, Turki menyatakan sebuah rudal balistik yang ditembakkan Iran berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO di wilayah Laut Mediterania bagian timur. Hingga kini, sasaran rudal tersebut belum dapat dipastikan.
Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat mengkritik keputusan Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan serangan terhadap Iran. Mereka memperingatkan Washington berpotensi terseret dalam operasi militer darat serta keterlibatan militer jangka panjang tanpa arah yang jelas.
Mantan letnan jenderal Angkatan Darat AS Ben Hodges menilai tujuan akhir pemerintahan Trump dalam konflik dengan Iran masih belum jelas.
Berbicara kepada Al Jazeera dari Frankfurt, Hodges mengatakan berbagai alasan memang telah disampaikan untuk melancarkan serangan, tetapi arah akhir kebijakan tersebut belum pernah dijelaskan secara rinci.
“Saya belum pernah mendengar presiden atau pemerintahannya mengatakan ‘tujuan akhir yang ingin dicapai adalah ini’,” ujarnya.
Menurut dia, belum ada gambaran jelas seperti apa kondisi kawasan yang diinginkan Amerika Serikat setelah konflik ini berakhir. “Tidak jelas seperti apa kawasan ini akan terlihat setelah semuanya selesai dan menurut saya ini menjadi tantangan,” kata Hodges.
Meski demikian, Hodges menilai kemungkinan pengerahan pasukan darat AS ke Iran relatif kecil. “Presiden juga mengetahui basis pendukungnya di dalam negeri sangat menentang langkah tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, faktor politik domestik di Amerika Serikat juga akan menjadi bagian penting dalam perhitungan kebijakan Washington ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Beri Pelukan Hangat untuk Keluarga TNI yang Gugur di Lebanon




