AS Sebut Rusia Diuntungkan dalam Perang Iran, Kok Bisa?
Jumat, 6 Maret 2026 | 11:41 WIB
Washington DC, Beritasatu.com - Ketegangan di kawasan Teluk Persia akibat perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran mulai memengaruhi pasar energi global. Situasi tersebut bahkan disebut memberi keuntungan tidak langsung bagi Rusia di tengah gangguan distribusi minyak dunia.
Dilaporkan The Guardian, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan Washington memberikan pengecualian sementara selama 30 hari agar kilang minyak di India dapat membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut.
Menurut Bessent, kebijakan jangka pendek tersebut diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan kebijakan tersebut tidak akan memberikan keuntungan finansial besar bagi Rusia karena hanya mencakup transaksi minyak yang sudah berada di kapal tanker dan belum dapat dikirim akibat gangguan distribusi.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan angkatan laut Amerika Serikat siap mengawal kapal tanker di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Ketegangan militer di kawasan tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Langkah pengawalan kapal tanker dinilai sebagai upaya Amerika Serikat untuk memastikan jalur distribusi minyak tetap aman di tengah meningkatnya risiko keamanan di kawasan Teluk Persia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Iran Bantah Tangkap Pilot Jet Tempur AS
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk




