Meskipun Embargo, Rusia Izinkan Impor Barang Asing
Minggu, 8 Mei 2022 | 07:25 WIB
Moskwa, Beritasatu.com- Pemerintah Rusia mengizinkan impor barang asing meskipun di bawah embargo perdagangan. Seperti dilaporkan RT, Jumat (6/5/2022), daftar tersebut mencakup tekstil, mobil, elektronik, pakaian, alas kaki, kosmetik, dan barang lainnya.
Pada Jumat, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia menerbitkan daftar barang yang diizinkan untuk diimpor paralel ke negara itu. Mekanisme yang akan menghindari embargo Barat atas ekspor barang ke Rusia dengan mengimpornya dari negara pihak ketiga, akan berlaku efektif pada 6 Mei.
Daftar tersebut mencakup 56 kelompok barang yang dibutuhkan untuk industri dan konsumen. Petugas bea cukai harus memeriksa kode TN VED (nomenklatur komoditas untuk kegiatan ekonomi asing) dan nama merek dengan pesanan.
Baca Juga: Uni Eropa Serukan Penyitaan Aset Rusia yang Dibekukan
Daftar ini mencakup tanaman, produk farmasi, dan kosmetik. Tidak mencakup merek tertentu, seperti Garnier, L’Oreal, Maybelline, NYX, Lancome, Valentine, Prada, dan lainnya. Impor paralel pakaian jadi, tutup kepala, alas kaki, kain, dan bulu dan barang-barang kulit telah diizinkan tanpa batasan merek.
Daftar ini juga mencakup komponen dan suku cadang mobil tertentu dan hampir semua merek mobil asing seperti GM, Chevrolet, Mitsubishi, Renault, Tesla, Honda, Nissan, Land Rover, Mercedes-Benz, BMW, Volkswagen, Skoda, Audi, Toyota, Lexus, Suzuki, Volvo, dan lain-lain.
Barang-barang lain yang diperbolehkan untuk diimpor antara lain alat musik, peralatan bandara, peralatan perekam suara dan TV, kapal, dan lokomotif kereta api.
Baca Juga: Uni Eropa Siap Meloloskan Sanksi Keenam untuk Rusia
Menurut kepala kementerian, Denis Manturov, daftar tersebut akan disesuaikan setiap triwulan atau dua bulan sekali. Daftar bisa diperluas atau dipersempit tergantung pada keputusan perusahaan asing untuk bekerja di Rusia.
Pada Maret, Moskwa mengizinkan pengecer untuk mengimpor produk dari luar negeri tanpa izin pemilik merek dagang. Keputusan tersebut mengikuti merek global yang menghentikan penjualan atau menghentikan ekspor ke Rusia karena tekanan dari pemerintah terkait untuk mematuhi sanksi atas invasi Rusia.
Perdana Menteri Mikhail Mishustin kemudian mengklarifikasi bahwa "impor paralel" diperlukan untuk memastikan bahwa barang-barang tertentu dapat terus dikirim ke Rusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




