ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Profil PAP, Dokter PPDS Pemerkosa Pendamping Pasien RSHS

Rabu, 9 April 2025 | 21:23 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Profil Priguna Anugrah, dokter PPDS pelaku pemerkosa pasien RSHS.
Profil Priguna Anugrah, dokter PPDS pelaku pemerkosa pasien RSHS. (Beritasatu.com/Aep Sopandi)

Jakarta, Beritasatu.com - Dokter berinisial Priguna Anugerah Pratama atau PAP (31) yang merupakan peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Anestesi itu ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang pendamping pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (9/4/2025), Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, mengungkapkan bahwa Priguna diduga telah merencanakan aksinya.

Polisi menemukan alat kontrasepsi (kondom) yang dibawa oleh pelaku sebelum kejadian, mengindikasikan bahwa tindak kejahatan ini tidak dilakukan secara spontan.

"Ya, ditemukan kondom. Artinya, pelaku memang sudah berniat sejak awal," tegas Kombes Surawan.

ADVERTISEMENT

Guna memperkuat bukti, pihak kepolisian kini tengah melakukan uji DNA terhadap sampel sperma yang ditemukan di tubuh korban serta pada alat kontrasepsi yang diamankan.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Priguna Anugerah ini? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut informasi lengkapnya!

Profil Priguna Anugerah Pratama

Priguna Anugerah Pratama tercatat sebagai mahasiswa aktif PPDS Ilmu Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Berdasarkan data dari pangkalan data pendidikan tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Priguna resmi terdaftar sebagai mahasiswa sejak 24 Mei 2024 dengan nomor induk mahasiswa 130121230507.

Sebelum melanjutkan pendidikan spesialis, Priguna menyelesaikan studi sarjana kedokteran di Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Sosoknya tidak terlalu dikenal publik hingga kasus ini mencuat. Namun, latar belakang medis serta aksesnya terhadap obat bius membuat kasus ini mendapat sorotan luas dari masyarakat.

Priguna diketahui lahir pada 14 Juli 1994 dan berasal dari wilayah Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Setelah kasus ini terungkap dan status tersangka ditetapkan, pihak Universitas Padjadjaran mengambil langkah tegas. Priguna telah resmi diberhentikan sebagai peserta PPDS.

Priguna juga telah ditahan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini pertama kali mencuat ke publik melalui unggahan akun Instagram @ppdsgram pada Selasa (8/4/2025) malam.

Unggahan tersebut dengan cepat viral dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Warganet ramai mengecam tindakan pelaku yang dianggap mencoreng nama baik dunia medis.

Kronologi Kejadian

Peristiwa memilukan ini terjadi pada pertengahan Maret 2025, di lantai 7 salah satu gedung di RSHS Bandung. Saat itu, korban yang merupakan keluarga pasien tengah menunggu proses perawatan.

Priguna mendekati korban dengan dalih melakukan pemeriksaan darah crossmatch sebagai bagian dari prosedur medis. Namun, di luar dugaan, pelaku justru menyuntikkan cairan mengandung zat anestesi Midazolam ke tubuh korban melalui selang infus, hingga membuatnya tak sadarkan diri.

Dalam kondisi tak berdaya itulah, aksi bejat Priguna terjadi. Korban baru tersadar beberapa jam kemudian dan merasakan nyeri di beberapa bagian tubuhnya, termasuk area sensitif.

Merasa ada yang tidak beres, korban menjalani visum. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan seksual, termasuk ditemukannya cairan sperma di area intim. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa korban telah menjadi korban pemerkosaan.

Kasus pemerkosaan yang melibatkan dokter PPDS Priguna Anugerah Pratama, menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan dan profesi kedokteran di Indonesia. Seorang tenaga medis yang seharusnya menjadi pelindung dan penyelamat nyawa justru melakukan tindakan keji yang melukai kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon