ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Masjid dan Kitab Tulisan Tangan, Bukti Jejak Syiar Islam di Indramayu

Senin, 2 Maret 2026 | 10:45 WIB
AS
MA
Penulis: Andrian Supendi | Editor: MA
Sejarawan lokal menunjukkan lembar demi lembar Al-Qur’an tulisan tangan koleksi Museum Bandar Cimanuk, yang menjadi saksi perjalanan syiar Islam di Indramayu.
Sejarawan lokal menunjukkan lembar demi lembar Al-Qur’an tulisan tangan koleksi Museum Bandar Cimanuk, yang menjadi saksi perjalanan syiar Islam di Indramayu. (Beritasatu.com/Andrian Supendi)

Indramayu, Beritasatu.com – Jejak syiar Islam di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada era 1870 hingga 1920 masih dapat ditelusuri melalui sejumlah peninggalan bersejarah yang terawat hingga kini. Bukti tersebut menunjukkan kuatnya tradisi dakwah dan keilmuan Islam di wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

Salah satu peninggalan penting adalah Al-Qur’an tulis tangan dari lingkungan ulama Paoman. Manuskrip ini menjadi bukti berkembangnya tradisi literasi keagamaan di Indramayu pada masa itu, sekaligus mencerminkan peran ulama dalam menyebarkan ajaran Islam melalui pendidikan.

Berbagai peninggalan tersebut kini tersimpan dan dirawat di Museum Bandar Cimanuk yang berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Lemahabang, Indramayu.

ADVERTISEMENT

Peran Syekh Abdul Manan

Ketua Yayasan Indramayu Historia Foundation sekaligus sejarawan lokal, Nang Sadewo, mengungkapkan bahwa Al-Qur’an yang ditulis tangan itu digunakan pada masa Syekh Abdul Manan, putra Kiai Haji Asnawi dan cucu Ki Baludin atau Kiai Haji Syaifuddin dari Paoman.

Menurutnya, Syekh Abdul Manan merupakan tokoh penting penyebaran Islam di Indramayu sekitar 1870 hingga awal 1900-an. Setelah wafat, beliau dimakamkan di Kelurahan Paoman. Namanya kemudian diabadikan menjadi Masjid Syekh Abdul Manan yang kini dikenal sebagai Masjid Islamic Center Indramayu.

“Al-Qur’an ini menjadi bukti otentik bagaimana tradisi keilmuan Islam berkembang di Indramayu,” ujar Sadewo, di Museum Bandar Cimanuk, Minggu (1/3/2026).

Sadewo menjelaskan, manuskrip tersebut ditemukan pada 2017 dalam kondisi kurang terawat. Setelah melalui proses pembersihan dan konservasi, Al-Qur’an kini dipelihara secara berkala untuk menjaga keutuhan dan keasliannya.

Ia menambahkan, penyebaran Islam di Indramayu juga berkaitan erat dengan corak dakwah ketarekatan, khususnya Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah yang bercorak sufistik dan menekankan pembinaan akhlak.

“Tarekat menjadi salah satu jalur penting penyebaran Islam di Indramayu. Pendekatannya menitikberatkan pada pembentukan moral,” katanya.

Masjid Kuno Jadi Saksi Sejarah

Selain manuskrip keagamaan, jejak syiar Islam juga tercermin dari keberadaan masjid-masjid bersejarah. Salah satunya adalah Masjid Baiturrahmah Dermayu di Desa Sindang yang diperkirakan berdiri sejak sekitar tahun 1510.

Masjid bersejarah lainnya ialah Masjid Kuno Bondan atau Masjid Sapu Angin yang diyakini dibangun sekitar tahun 1414. Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baiturrahmah Dermayu, Fuad Khamus, menuturkan bahwa waktu pasti pembangunan masjid memang tidak diketahui secara presisi.

“Dalam salah satu piagam tertulis angka 1527 Masehi. Namun kami juga menyadari bahwa piagam itu merupakan buatan manusia, sehingga tetap ada kemungkinan perbedaan penafsiran soal tahun pastinya,” ujar Fuad.

Ia menjelaskan, masjid tersebut telah mengalami sedikitnya lima kali renovasi. Awalnya masjid tidak memiliki menara, dan menara yang ada saat ini merupakan tambahan generasi berikutnya.

Meski demikian, sejumlah bagian asli bangunan masih dipertahankan, termasuk tujuh tiang penyangga utama yang kini dilapisi kayu jati serta bagian pengimaman berbentuk menyerupai gapura.

“Dulu masjid ini juga belum memiliki plafon. Pemasangan plafon dilakukan kemudian melalui swadaya dan sumbangan masyarakat,” katanya.

Berbagai peninggalan tersebut menunjukkan bahwa sejarah syiar Islam di Indramayu bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi warisan nilai yang terus relevan dalam membangun karakter masyarakat hingga saat ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT