Lebaran di Lapas Karawang: Opor Ayam hingga Remisi Bebas
Minggu, 22 Maret 2026 | 16:06 WIB
Karawang, Beritasatu.com - Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Jawa Barat. Meski tidak bisa berkumpul dengan keluarga, para warga binaan tetap merasakan hangatnya tradisi Lebaran, mulai dari santap ketupat dan opor ayam hingga menerima remisi.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Karawang, Christo Toar, mengungkapkan usulan remisi bagi ratusan narapidana pada momen Lebaran tahun ini telah disetujui.
“Untuk kegiatan Lebaran pada hari ini, kami telah mengusulkan sejumlah remisi untuk warga binaan, dan alhamdulillah akhirnya turun (disetujui),” ujarnya kepada Beritasatu.com, Sabtu (21/3/2026).
Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Karawang mencapai 1.240 orang, dengan 1.094 di antaranya beragama Islam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 855 narapidana mendapatkan remisi Lebaran.
Salah satu warga binaan, Dede, mengaku telah menerima remisi sebanyak empat kali selama menjalani masa hukuman. Ia berharap dapat segera kembali ke keluarga pada akhir tahun ini.
“Saya sampai saat ini sudah 4 kali mendapatkan remisi, dan perkiraan kepulangan saya insyaallah nanti pada November 2026, kalau tidak ada halangan apa-apa,” ungkap Dede.
Menariknya, pada Lebaran kali ini terdapat tiga warga binaan yang langsung bebas setelah mendapatkan remisi penuh. “Pengin ketemu sama anak, orang tua, dan istri. Sehat-sehat selalu di rumah, tunggu aku pulang semuanya,” ujar Tohir, salah satu warga binaan yang bebas pada hari tersebut.
Christo Toar menjelaskan, pemberian remisi didasarkan pada sistem penilaian pembinaan narapidana (SPPN). Penilaian tersebut mencakup berbagai indikator, termasuk perilaku baik dan keaktifan dalam mengikuti program pembinaan di dalam lapas.
Ia juga menambahkan, warga binaan yang beragama lain akan mendapatkan remisi pada hari besar keagamaan masing-masing, seperti Nyepi, Natal, dan Waisak. Selain remisi, pihak lapas juga memberikan kelonggaran waktu kunjungan keluarga selama Lebaran. Durasi besuk yang biasanya 15 menit diperpanjang menjadi 30 menit.
“Kami juga sudah menyosialisasikan pada Hari Raya Idulfitri ini, layanan jam besuk dibuka selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 1, 2, dan 3 Syawal 1447 Hijriah,” jelas Christo.
Layanan kunjungan dibagi menjadi dua sesi setiap hari, yakni pukul 09.00-11.00 WIB dan pukul 13.30-15.30 WIB. Rangkaian perayaan Idulfitri di Lapas Karawang ditutup dengan sajian khas Lebaran.
Warga binaan menikmati hidangan ketupat dan opor ayam yang disiapkan khusus oleh pihak lapas, menghadirkan nuansa Lebaran meski di balik jeruji.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




