PPDB Daring SMA di Kabupaten Semarang Bingungkan Pendaftar
Kamis, 27 Juni 2024 | 07:00 WIB
Semarang, Beritasatu.com – Sejumlah pendaftar peserta didik baru di SMA Negeri 1 Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mendatangi sekolah untuk berkonsultasi dengan panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) karena kesulitan membuat akun.
Saat ini PPDB menggunakan sistem online, sehingga akun pendaftar harus terverifikasi untuk melanjutkan tahapan pendaftaran.
PPDB SMA Negeri 1 Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah telah dibuka sejak beberapa waktu lalu melalui sistem online. Sistem ini dapat memudahkan calon siswa baru untuk mendaftar ke sekolah yang dituju. Namun, di sisi lain juga memiliki kendala terutama bagi sekolah yang berada di daerah pelosok.
Seperti yang terjadi di PPDB SMA Negeri 1 Susukan. Kurangnya literasi digital warga sekitar, membuat panitia PPDB harus bekerja ekstra. Panitia PPDB bahkan harus lembur demi membantu calon peserta didik baru untuk melakukan aktivasi akun PPDB.
Sejumlah siswa mendatangi sekolah untuk berkonsultasi dengan panitia PPDB karena kesulitan membuat akun. Semua proses PPDB menggunakan sistem online sehingga akun harus terverifikasi untuk melanjutkan tahapan pendaftaran.
Peserta PPDB, Aulia Sari mengaku merasa bingung dan kesulitan saat melakukan pendaftaran sekolah melalui online, sehingga harus ke sekolah untuk verifikasi akun pendaftar.
“Bingungnya karena ribet karena banyak persyaratan-persyaratan. Ini daftarnya lewat online tetapi harus ke sekolah langsung juga untuk verifikasi akun,” kata Aulia kepada Beritasatu.com, Rabu (26/6/2024).
Selain itu peserta PPDB juga kesulitan saat memasukkan persyaratan dalam sistem online.
Sementara Kepala SMA Negeri 1 Susukan, Retno Winarmi mengatakan bahwa untuk mengatasi hal itu, pihak sekolah membuat posko pendaftaran di sekolah untuk membantu mendaftar lewat online.
“Kami harus membantu untuk aktivasi akun, jadi kita harus ada tutorial lebih. Kesalahan paling sering ketika siswa membuat akun. Ada juga yang mengira setelah selesai membuat akun dianggap sudah mendaftar. Padahal kan tahapan mendaftarnya belum,” kata Retno.
Tahun ini SMA Negeri 1 Susukan akan menerima lima kelas atau 180 siswa baru. Namun, hingga kini yang sudah verifikasi baru sekitar 120 calon siswa.
Berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya target 180 siswa baru bisa terpenuhi dengan menunggu limpahan dari sekolah lain.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




