ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Warga Demak Protes Jalan Rusak Akibat Proyek Tol Laut

Jumat, 8 Agustus 2025 | 05:47 WIB
J
BW
Penulis: Jamaah | Editor: BW
Warga Demak protes jalan rusak akibat proyek tol laut Semarang-Demak, Kamis 7 Agustus 2025.
Warga Demak protes jalan rusak akibat proyek tol laut Semarang-Demak, Kamis 7 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Jamaah)

Kudus, Beritasatu.com – Warga dua desa di Demak meluapkan kekesalan terhadap kondisi jalan yang rusak dan berdebu akibat aktivitas truk dump proyek tol laut Semarang-Demak yang beroperasi 24 jam.

Mereka memasang spanduk protes, menebar batu dan kayu di jalan hancur menuju lokasi proyek, bahkan menghentikan truk yang nekat melintas.

Di Desa Bedono, Sayung, jalan hancur dan berlumpur akibat lalu lalang truk bertonase berat pengangkut material tanah. Warga menebar batu dan kayu sebagai bentuk protes, sedangkan di Desa Purwosari, warga memasang spanduk di ruas jalan yang dilalui truk dump pengangkut tanah uruk untuk pengurukan tol seksi 1 Semarang-Demak, ruas Sayung-Kaligawe.

ADVERTISEMENT

Protes dilakukan karena aktivitas truk memicu polusi debu, kebisingan, dan kerusakan jalan Purwosari-Morosari serta Bedono. Truk yang melintas tanpa terpal penutup dihentikan warga.

Munir, perwakilan warga Desa Purwosari, menegaskan mereka tidak menolak proyek tol laut, tetapi menyesalkan kurangnya pengawasan pelaksana proyek.

Warga juga terganggu suara bising truk 24 jam, kerusakan pipa air bersih, dan perilaku sopir truk yang ugal-ugalan saat kendaraan kosong. Mereka berharap pihak proyek lebih peduli terhadap keselamatan warga dan membatasi jam operasi truk.

“Kami tidak menghambat proyek, tetapi mohon urugannya ditutupi terpal dan jalan yang rusak diperbaiki. Kami hanya mengimbau agar debu tidak mengganggu warga,” ujar Munir, Kamis (7/8/2025).

Hasil mediasi yang dihadiri Polsek Sayung, Kecamatan Sayung, warga, dan pihak proyek menyepakati penggantian pipa maupun perbaikan jalan yang rusak. Pejabat pembuat komitmen (PPK) 2 proyek tol seksi 1, Erdita Elia, membantah pihaknya abai terhadap keselamatan warga.

“Kami tidak abai, hanya komunikasi yang belum tersampaikan. Kalau ada jalan rusak akan kami perbaiki, dan kami koordinasikan jam operasi truk dengan konsultan,” jelasnya.

Elia menambahkan, perbaikan jalan akan dilakukan secara berkala dengan pengecoran dan timbunan batu gamping. Kecepatan truk juga akan dibatasi dengan imbauan kepada sopir.

Ia berharap masalah ini cepat selesai agar pengerjaan tol laut Semarang-Demak, yang juga berfungsi sebagai tanggul laut, tidak terganggu.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon