ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Uya Kuya Bantu Kepulangan Jenazah PMI Malaysia ke Grobogan

Kamis, 18 September 2025 | 10:20 WIB
J
RA
Penulis: Jamaah | Editor: RP
Artis sekaligus aktivis pelindung pekerja migran Indonesia (PMI) Uya Kuya beserta istri, Astrid Kuya diam-diam membantu mengawal kepulangan jenazah seorang pekerja migran Indonesia di Malaysia ke Kabupaten Grobogan bernama Sa’adah.
Artis sekaligus aktivis pelindung pekerja migran Indonesia (PMI) Uya Kuya beserta istri, Astrid Kuya diam-diam membantu mengawal kepulangan jenazah seorang pekerja migran Indonesia di Malaysia ke Kabupaten Grobogan bernama Sa’adah. (Beritasatu.com/Jamaah)

Grobogan, Beritasatu.com – Artis sekaligus aktivis pelindung pekerja migran Indonesia (PMI) Surya Utama atau dikenal Uya Kuya diam-diam turut mengawal kepulangan jenazah seorang PMI di Malaysia ke Kabupaten Grobogan bernama Sa’adah.

Uya Kuya bersama sang istri, Astrid Kuya menanggung seluruh biaya kepulangan jenazah dari Malaysia ke Grobogan. Uya menjelaskan, awalnya ia mengetahui kabar itu dari salah seorang rekannya di PMI yang menyebutkan ada PMI nonprosedural meninggal karena sakit di Malaysia dan belum bisa dibawa pulang pihak keluarga karena masalah biaya. 

ADVERTISEMENT

"Kemarin langsung sepakat sama istri, semua kita yang ngurus  semua. Kebetulan kemarin tanggal merah di Malaysia jadi tidak bisa mengurus surat, tetapi saya bisa minta tolong temen gimana caranya jenazah bisa cepat pulang," kata Uya Kuya ketika ditemui di rumah duka, Rabu (17/9/2025) malam.

Jenazah Sa’adah yang dilaporkan telah 30 tahun tidak pernah pulang tersebut tiba di Desa Sumberagung, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah pada Rabu (17/9/2025) malam.  Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan pelayat di rumah duka.

Putra almarhumah, Joko Sutiyono mengaku proses ibunya dari jatuh sakit hingga meninggal dunia berlangsung begitu cepat.

"Dikabarin sama teman kerjanya ibu, katanya ibu sudah sesak nafas terus diopname di rumah sakit di Malaysia. Masuk rumah sakit siang, lalu sorenya meninggal. Enggak ada hitungan satu hari,” jelasnya.

Sebagai anak almahumah, ia mengaku sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan Uya Kuya dan Astrid Kuya yang telah membantu seluruh proses pemulangan jenazah ibunya.

Dikenal sebagai aktivis pelindung PMI, Uya Kuya aktif selama sekitar empat tahun belakangan ini membantu para pahlawan devisa, termasuk pemulangan karena sakit, masalah hukum, hingga meninggal dunia. Mayoritas bantuan diberikan kepada PMI nonprosedural atau ilegal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon