ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ahli UGM Ungkap Bahaya Virus Nipah dan Risiko dari Nira

Rabu, 11 Februari 2026 | 09:46 WIB
OW
SL
Penulis: Olena Wibisana | Editor: LES
Ilustrasi virus Nipah
Ilustrasi virus Nipah (BRIN- Vietnam.vn)

Yogyakarta, Beritasatu.com –  Merebaknya kasus infeksi virus Nipah di India memicu kewaspadaan global, termasuk di Indonesia. Pemerintah merespons cepat dengan memperketat pengawasan di pintu masuk internasional, seperti bandara dan pelabuhan, guna memantau pelaku perjalanan serta barang bawaan dari luar negeri.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis mematikan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut hingga radang otak (ensefalitis) yang berujung pada kematian.

Dosen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, drh M Th Khrisdiana Putri menjelaskan bahwa virus ini memiliki tingkat fatalitas yang tinggi pada manusia.

ADVERTISEMENT

"Kalau pada manusia, dampaknya memang lebih fatal karena biasanya kematian terjadi akibat ensefalitis atau radang otak," ujar Khrisdiana, Selasa (10/2/2026).

Pada hewan, gejala klinis umumnya ditandai dengan gangguan pernapasan dan saraf. Namun, yang perlu diwaspadai adalah sifat virus ini yang musiman dan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti stres dan kelaparan pada kelelawar sebagai inang alami.

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah pola penularan melalui konsumsi nira. Berkurangnya pakan alami di hutan membuat virus lebih aktif. Khrisdiana mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi nira segar secara langsung tanpa pengolahan.

"Nira sebaiknya dipasteurisasi atau dipanaskan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi," tegasnya.

Selain itu, regulasi pemerintah telah melarang keberadaan peternakan babi di sekitar perkebunan nira untuk memutus rantai penularan. Di sektor peternakan, penerapan desinfeksi dan menjaga jarak kandang dari area terbuka menjadi langkah preventif yang mutlak dilakukan.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH UGM, drh Heru Susetya menjelaskan bahwa secara epidemiologis, kelelawar adalah reservoir utama virus Nipah. Jika di Malaysia penularan terjadi dari kelelawar ke babi lalu ke manusia, di Bangladesh dan India penularan dilaporkan terjadi langsung dari kelelawar ke manusia melalui nira yang terkontaminasi.

"Kekhawatiran kami dari sisi penyakit adalah kemungkinan terjadinya penularan antarmanusia, dan itu sudah terjadi, sudah ada buktinya," ungkap Heru.

Ia menekankan pentingnya Indonesia memiliki early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini untuk mendeteksi penyakit zoonosis sejak awal. Namun, Heru menegaskan bahwa solusi pencegahan bukanlah dengan memusnahkan kelelawar, melainkan menjaga jarak dan meningkatkan kewaspadaan.

Meskipun berbahaya, virus Nipah tergolong lemah dan tidak tahan lama di luar tubuh inang. Oleh karena itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tetap menjadi tameng utama, yaitu dengan mencuci tangan dengan sabun secara rutin, mengganti pakaian segera setelah beraktivitas di luar rumah, memasak bahan makanan dan minuman (seperti nira) hingga matang.

Kemudian menjaga kelestarian lingkungan untuk menjaga keseimbangan habitat hewan liar. Dengan langkah preventif yang terintegrasi antara pemerintah dan kesadaran masyarakat, risiko penyebaran virus Nipah di Indonesia diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bukan Laju Penyebarannya, Ini yang Membuat Virus Nipah Berbahaya!

Bukan Laju Penyebarannya, Ini yang Membuat Virus Nipah Berbahaya!

LIFESTYLE
4 Penyakit Infeksi Paru-paru Ini Wajib Diwaspadai, Bisa Picu Kematian

4 Penyakit Infeksi Paru-paru Ini Wajib Diwaspadai, Bisa Picu Kematian

LIFESTYLE
Bukan Bahasa India, Ternyata Ini Asal Nama Virus Nipah

Bukan Bahasa India, Ternyata Ini Asal Nama Virus Nipah

LIFESTYLE
Pemkot Yogyakarta Perketat Surveilans Cegah Masuknya Virus Nipah

Pemkot Yogyakarta Perketat Surveilans Cegah Masuknya Virus Nipah

JAWA TENGAH
WHO Laporkan 1 Kasus Kematian Akibat Virus Nipah di Bangladesh

WHO Laporkan 1 Kasus Kematian Akibat Virus Nipah di Bangladesh

LIFESTYLE
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Kunci Pencegahan Penularan Virus Nipah

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Kunci Pencegahan Penularan Virus Nipah

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon