ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Drag Run Jadi Cara Unik Anak Muda Lumajang Isi Waktu Jelang Sahur

Minggu, 1 Maret 2026 | 23:17 WIB
AK
MA
Penulis: Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani | Editor: MA
Aksi drag run diinisiasi komunitas Footnote Running Club Lumajang sebagai wadah bagi anak muda yang gemar olahraga lari.
Aksi drag run diinisiasi komunitas Footnote Running Club Lumajang sebagai wadah bagi anak muda yang gemar olahraga lari. (Beritasatu.com/A. Rifqi Danwanus)

Lumajang, Beritasatu.com – Sejumlah pemuda di Lumajang, Jawa Timur, memiliki cara unik mengisi waktu menjelang sahur selama Ramadan. Mereka menggelar lomba lari  jarak pendek atau drag run di Jalan Abu Bakar, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang.

Kegiatan yang berlangsung pada malam hingga dini hari itu menjadi alternatif positif untuk menunggu waktu sahur. Para peserta beradu cepat sejauh 50 meter dengan konsep santai namun tetap kompetitif.

Aksi ini diinisiasi komunitas Footnote Running Club Lumajang sebagai wadah bagi anak muda yang gemar olahraga lari. Menariknya, para peserta berlari dengan sarung yang dikalungkan di leher, menghadirkan suasana khas Ramadan tempo dulu.

ADVERTISEMENT

Salah seorang anggota komunitas, Irfan Sumanjaya, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk menyalurkan tren olahraga lari yang sedang meningkat sekaligus mencegah aktivitas negatif seperti balap liar atau mabuk-mabukan.

“Daripada anak-anak nongkrong tidak jelas atau balap liar, lebih baik kami wadahi dengan kegiatan olahraga seperti ini. Selain seru, juga membangun ketahanan fisik dan menjaga sportivitas,” ujar Irfan pada Minggu (1/3/2026).

Menurut Irfan, konsep drag run dipilih karena sederhana dan mudah diikuti tanpa peralatan khusus. Meski digelar secara santai, kegiatan tetap menerapkan aturan dan pengawasan untuk menjaga keamanan serta ketertiban pengguna jalan.

Selain menyehatkan, drag run ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pemuda. Mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mempererat kebersamaan selama Ramadan.

Arif, salah satu peserta, mengaku senang dengan konsep kegiatan tersebut karena mengingatkannya pada suasana Ramadan di masa kecil.

“Ini sekalian nostalgia suasana Ramadan zaman dahulu. Ada sarungnya, ada kebersamaannya. Tetapi tetap dengan semangat olahraga, toh ini niatnya seru-seruan untuk menunggu waktu sahur,” kata Arif.

Kegiatan drag run ala anak muda Lumajang ini menjadi contoh kreativitas generasi muda dalam menghadirkan aktivitas positif selama Ramadan. Selain mengisi waktu sahur, kegiatan tersebut juga mendorong gaya hidup sehat dan memperkuat solidaritas antarwarga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Keuskupan Agung Jakarta Gelar Run4U 2026 di BSD City

Keuskupan Agung Jakarta Gelar Run4U 2026 di BSD City

SPORT
4 Fakta Unik Maraton Kutub yang Tak Bisa Ditemui Pelari Biasa

4 Fakta Unik Maraton Kutub yang Tak Bisa Ditemui Pelari Biasa

SPORT
Potret Semringah Menkeu Purbaya di Run for Good Journalism 2025

Potret Semringah Menkeu Purbaya di Run for Good Journalism 2025

JAKARTA
Pagi Ini! Forum Pemred Gelar Run for Good Journalism 2025

Pagi Ini! Forum Pemred Gelar Run for Good Journalism 2025

JAKARTA
Gubernur Pramono Ikut Lari 10 Km di Jakarta Running Festival 2025

Gubernur Pramono Ikut Lari 10 Km di Jakarta Running Festival 2025

JAKARTA
Dukung Gaya Hidup Sehat, Pramono Lepas Ribuan Pelari Victoria Run 2025

Dukung Gaya Hidup Sehat, Pramono Lepas Ribuan Pelari Victoria Run 2025

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT