ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

‎Ramadan di Pondok ODGJ Jombang, Puasa Jadi Terapi Jiwa

Rabu, 4 Maret 2026 | 04:40 WIB
DF
H
Penulis: Didik Fibrianto | Editor: HE
Santri ODGJ di Griya Cinta Kasih yang berlokasi di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengikuti kegiatan Ramadan, Senin, 3 Maret 2026.
Santri ODGJ di Griya Cinta Kasih yang berlokasi di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengikuti kegiatan Ramadan, Senin, 3 Maret 2026. (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)

‎Jombang, Beritasatu.com – Suasana Ramadan terasa hangat di pondok orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) Griya Cinta Kasih yang berlokasi di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pondok ini menjadi pusat rehabilitasi jiwa sekaligus pembinaan keagamaan bagi masyarakat yang mengalami gangguan mental.

‎Selama Ramadan, pondok tersebut mewajibkan para santri ODGJ menjalankan ibadah puasa sebagai bagian dari terapi pemulihan jiwa. Tercatat sekitar 300 santri ODGJ, baik laki-laki maupun perempuan, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ibadah dari subuh hingga malam hari.

‎Pengurus Pondok Griya Cinta Kasih, Bimas Satih, mengatakan aktivitas keagamaan selama Ramadan berlangsung sangat padat.

ADVERTISEMENT

‎"Mereka salat berjemaah setiap waktu salat, setelah Asar ada pengajian sampai Magrib, berbuka puasa, kemudian Isya, tarawih dan tadarusan," kata Bimas Satih, Selasa (3/3/2026).

‎Menurut Bimas, meski jadwal kegiatan cukup padat, puasa dan ibadah justru menjadi bagian penting dari proses terapi dan pengobatan jiwa para santri. Ia menyebutkan, hampir 80% santri menunjukkan tanda-tanda pemulihan ingatan.

‎Dia berharap para santri dapat segera menyelesaikan masa rehabilitasi dan kembali beraktivitas seperti masyarakat pada umumnya.

‎"Dengan berpuasa dan mengikuti kegiatan keagamaan, ingatan mereka mulai pulih dan siap beraktivitas kembali di masyarakat," ujarnya.

‎Selain pembinaan spiritual, para santri juga dibekali keterampilan kerja, seperti pertanian dan peternakan. Program ini bertujuan agar mereka lebih percaya diri saat kembali ke tengah keluarga dan lingkungan sosial.

‎"Untuk pemulihan jiwanya, mereka juga kami ajak kerja bakti di lingkungan sekitar," pungkasnya.

‎Sementara itu, Fitri, salah seorang santri asal Jombang, mengaku senang mengikuti kegiatan Ramadan di pondok tersebut. Selama lima bulan menjalani rehabilitasi, ia merasakan perubahan positif dalam kondisi kejiwaannya dan berharap segera bisa pulang.

‎"Di sini ada tausiahnya. Kalau ibadah juga bisa sendiri di dalam kamar. Saya juga ikut berpuasa, semoga bisa cepat dibawa pulang," kata Fitri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT