ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Profil CEO Hybe Amerika Scooter Braun yang Diklaim Mendukung Israel

Kamis, 29 Februari 2024 | 17:01 WIB
NZ
TE
Penulis: Nisrina Zahrani | Editor: TCE
CEO Hybe Amerika Scooter Braun  berfoto bersama Justin Bieber.
CEO Hybe Amerika Scooter Braun berfoto bersama Justin Bieber. (AP Photo)

Jakarta, Beritasatu.com – Salah satu perusahaan hiburan terbesar di Korea Selatan, Hybe Entertainment tengah mendapat banyak kecaman dari penggemar. Pasalnya, CEO Hybe Amerika, Scooter Braun pernah menyampaikan dukungannya terhadap Israel.

Pada Minggu, (24/2/2024), jaringan media Israel, Arutz Sheva, atau yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Israel National News, membagikan video berdurasi tiga menit di YouTube dengan menampilkan Braun yang menyampaikan pidato di Israel untuk memberikan seruan kepada Palestina agar membebaskan sanderanya.

Sebelumnya, Braun juga diduga telah melakukan upaya intimidasi terhadap penggemar pro Palestina melalui pesan langsung. Namun, hal ini belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Hybe.

Keterlibatan Hybe dengan beberapa artis Barat yang sebelumnya mendukung Israel begitu memicu kemarahan penggemar, terlebih lagi sistem manajemen yang juga dianggap buruk. Hal tersebut membuat penggemar mendesak Hybe untuk memecat Braun yang telah mendukung Israel selama konflik yang sedang berlangsung dengan Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

ADVERTISEMENT

Pada 2021, Hybe memutuskan untuk bergabung dengan label rekaman Amerika, Ithaca Holdings, yang didirikan oleh Braun pada 2013. Kemudian, pada Januari 2023, Braun ditunjuk sebagai CEO tunggal Hybe Amerika. Sebelumnya Braun mengelola beberapa bintang pop ternama, seperti Justin Bieber dan Ariana Grande.

Profil dan Karier Scooter Braun 
Scott Samuel Braun lahir di New York, Amerika pada 18 Juni 1981. Braun sudah cukup memiliki nama di industri musik Amerika. Dia juga merupakan seorang pengusaha di bidang hiburan sebagai manajer, pendiri label rekaman, hingga investor perusahaan musik.

Pada 2002, Braun bekerja menjadi perencana after-parties di Anger Management Tour, yang menampilkan Ludacris dan Eminem. Kemudian ia bertemu dengan Dupri, pendiri So So Def Records, yang menawarinya pekerjaan sebagai direktur eksekutif pemasaran. Pada 2005, Braun memutuskan untuk meninggalkan So So Def dan beralih menjadi konsultan di Atlanta Hawks.

Karier Braun terus melejit, pada 2007, dia mendirikan sebuah perusahaan hiburan dan pemasaran bernama SB Projects, yang mencakup berbagai lini bisnis, meliputi Schoolboy Records, SB Management, dan Sheba Publishing. Grup perusahaan itu juga mencakup Raymond-Braun Media Group (RBMG), perusahaan patungan antara Braun dan penyanyi Usher.

Perusahaan yang didirikan oleh Braun pun berkembang dan menggaet musisi papan atas di Amerika, salah satunya Justin Bieber. Pada 2008, Braun mencari Bieber yang saat itu berusia 13 tahun, setelah secara tidak sengaja menonton video cover lagunya di YouTube.

Braun lalu meyakinkan ibu Bieber, Pattie Mallette, agar dapat membawa putranya ke Atlanta untuk melakukan rekaman demo dan bertemu Usher. Hingga akhirnya, Braun berhasil meyakinkan keluarga Bieber untuk pindah secara permanen dari Kanada ke Amerika Serikat.

Usaha Braun pun tidak sia-sia, sebab Usher dan Justin Timberlake menyatakan minatnya untuk mengontrak Bieber hingga akhirnya menandatangani kontrak dengan Island Def Jam dalam kemitraan dengan RBMG.

Tidak hanya Bieber, Braun juga mengontrak Ariana Grande ke label rekamannya pada 2013. Braun juga mengelola berbagai musisi ternama, seperti Psy, Tori Kelly, Carly Rae Jepsen, Martin Garrix, Kanye West, Black Eyed Peas, David Guetta, Lil Dicky, dan lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT