Hamdan ATT Meninggal karena Serangan Strok, Ini Penyebab dan Gejalanya
Selasa, 1 Juli 2025 | 14:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kabar duka menyelimuti dunia musik dangdut Indonesia. Penyanyi senior Hamdan ATT, yang dikenal lewat lagu hit Termiskin di Dunia, meninggal dunia pada Selasa (1/7/2025), di usia 76 tahun setelah berjuang melawan strok berulang dan penyakit ginjal.
Hamdan ATT pertama kali mengalami strok pada 2017, diikuti serangan kedua pada 2021, dan sempat menjalani perawatan intensif akibat pecah pembuluh darah pada Oktober 2024. Kondisi kesehatannya yang terus menurun menjadi pengingat pentingnya memahami penyebab dan gejala strok untuk pencegahan dini.
Strok terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan (strok iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (strok hemoragik). Akibatnya, sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi, menyebabkan kerusakan atau kematian sel dalam hitungan menit.
Strok adalah penyebab utama kecacatan dan kematian kedua di dunia, sehingga pemahaman tentang penyebab dan gejalanya sangat penting seperti berikut ini, yang disitat dari Mayo Clinic.
Penyebab Penyakit Strok
Berikut ini beberapa penyebab utama strok yang perlu diwaspadai.
1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Hipertensi adalah faktor risiko utama strok karena dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Menjaga tekanan darah di bawah 120/80 mmHg dapat mengurangi risiko strok.
2. Penyumbatan pembuluh darah (strok iskemik)
Strok iskemik, yang menyumbang sekitar 87% kasus strok, terjadi akibat gumpalan darah atau plak yang menyumbat arteri menuju otak. Ini sering dipicu oleh aterosklerosis, yaitu penumpukan lemak di dinding arteri.
3. Pecah pembuluh darah (strok hemoragik)
Strok hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah, menyebabkan perdarahan di dalam atau sekitar otak. Hamdan ATT, misalnya, mengalami pecah pembuluh darah pada 2017 dan 2024, yang memperburuk kondisinya. Faktor seperti tekanan darah tinggi, aneurisma, atau trauma dapat memicu kondisi ini.
4. Penyakit jantung
Kondisi seperti fibrilasi atrium (irama jantung tidak teratur) atau serangan jantung dapat meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah yang menyebabkan strok.
5. Diabetes
Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah seiring waktu, meningkatkan risiko strok. Diabetes juga sering dikaitkan dengan obesitas dan hipertensi, yang memperbesar risiko.
6. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, sedangkan konsumsi alkohol berlebihan dapat memicu strok hemoragik. Berhenti merokok dapat menurunkan risiko strok secara signifikan.
7. Faktor gaya hidup lain
Kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak jenuh, dan stres kronis juga berkontribusi pada risiko strok. Obesitas dan kolesterol tinggi mempercepat pembentukan plak di arteri.
8. Faktor non-modifikasi
Usia (di atas 55 tahun), riwayat keluarga, dan jenis kelamin (pria lebih berisiko) juga memengaruhi kemungkinan strok. Hamdan ATT, yang berusia 76 tahun saat meninggal, termasuk dalam kelompok usia berisiko tinggi.
Gejala Penyakit Strok
Mengenali gejala strok secara dini dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah kerusakan otak permanen. Dengan metode FAST, Anda bisa mengidentifikasi gejala strok, yang meliputi:
- Face: Wajah tampak tidak simetris, salah satu sisi wajah turun saat tersenyum.
- Arms: Kesulitan mengangkat salah satu lengan karena lemah atau mati rasa.
- Speech: Kesulitan berbicara, bicara pelo, atau sulit memahami perkataan orang lain.
- Time: Segera hubungi layanan darurat jika gejala ini muncul, karena waktu sangat kritis.
Gejala lain yang mungkin muncul meliputi:
- Kehilangan keseimbangan atau koordinasi: Sulit berjalan atau pusing mendadak.
- Gangguan penglihatan: Penglihatan kabur, ganda, atau kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata.
- Sakit kepala hebat: Terutama pada strok hemoragik, sering disertai mual atau muntah.
- Mati rasa atau kelemahan mendadak: Terutama pada satu sisi tubuh.
Dalam kasus Hamdan ATT, anaknya, Aisyah, mengatakan sang ayah mengalami penurunan kesadaran mendadak sebelum dirawat di rumah sakit, yang merupakan salah satu gejala strok berat.
Strok adalah kondisi medis yang dapat dicegah dan diobati jika dikenali sejak dini. Dengan memahami penyebab, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan gaya hidup tidak sehat, serta mengenali gejala melalui metode FAST, Anda dapat mengambil langkah proaktif untuk melindungi diri dan keluarga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




