Belajar dari Hamdan ATT, Ini 8 Cara Menghindari Serangan Strok
Selasa, 1 Juli 2025 | 15:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Strok adalah kondisi medis serius yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian, seperti yang dialami penyanyi dangdut senior Hamdan ATT yang meninggal dunia pada Selasa (1/7/2025) akibat strok berulang dan komplikasi kesehatan lainnya.
Menurut World Health Organization (WHO), hingga 80% kasus strok dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup dan pengelolaan faktor risiko. Berikut ini delapan cara efektif untuk menghindari serangan strok, yang dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Cara Menghindari Serangan Strok
1. Kontrol tekanan darah
Hipertensi adalah penyebab utama strok karena tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Untuk mencegahnya, periksalah tekanan darah secara rutin dengan target di bawah 120/80 mmHg, konsumsi makanan rendah garam, kelola stres dengan baik, dan minum obat jika diresepkan dokter.
2. Jaga pola makan sehat
Pola makan yang buruk, seperti konsumsi lemak jenuh dan gula berlebih, dapat memicu kolesterol tinggi dan obesitas yang meningkatkan risiko strok. Terapkan pola makan sehat dengan diet DASH, perbanyak sayur, buah, biji-bijian, ikan, dan produk susu rendah lemak, serta batasi makanan olahan, gorengan, dan garam hingga kurang dari 2.300 mg per hari.
3. Lakukan olahraga secara rutin
Aktivitas fisik membantu menjaga berat badan, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan jantung. Usahakan berolahraga ringan hingga sedang selama 150 menit per minggu, seperti berjalan cepat, berenang, bersepeda, atau olahraga padel secara konsisten.
4. Berhenti merokok
Merokok merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan mempercepat pembentukan gumpalan darah yang memicu strok. Berhenti merokok dapat menurunkan risiko strok hingga 50% dalam beberapa tahun, sehingga disarankan untuk mencari dukungan melalui konseling, kelompok pendukung, atau terapi pengganti nikotin, serta menghindari asap rokok pasif.
5. Batasi konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu strok hemoragik. Batasi konsumsi alkohol maksimal satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas untuk pria, atau gantilah dengan air putih, teh herbal, atau jus segar jika ingin lebih aman bagi kesehatan.
6. Kelola diabetes
Kadar gula darah tinggi akibat diabetes dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko strok. Pantau gula darah secara rutin, ikuti diet rendah gula, konsumsi obat atau insulin sesuai anjuran dokter, serta jaga berat badan agar tetap ideal.
7. Pantau kolesterol
Kolesterol tinggi menyebabkan penumpukan plak di arteri yang dapat menyumbat aliran darah ke otak. Usahakan kadar kolesterol LDL di bawah 100 mg/dL dengan mengurangi lemak jenuh dan trans dari makanan cepat saji, serta menambah asupan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan ikan berlemak seperti salmon.
8. Kelola stres dan jaga kesehatan mental
Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu kebiasaan tidak sehat seperti makan berlebihan atau merokok. Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam, luangkan waktu untuk hobi, tidur cukup 7-9 jam per malam, dan cari dukungan sosial dari keluarga atau teman.
Mencegah strok tidak hanya tentang menghindari penyakit, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup. Dengan mengontrol tekanan darah, menjaga pola makan, berolahraga, dan mengelola stres, risiko strok dapat berkurang secara signifikan.
Mulailah dari langkah kecil, seperti mengurangi garam atau berjalan 30 menit setiap hari, dan konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan rutin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




