Awas! Sering Mandi Dapat Merusak Kulit, Ini Cara Mandi yang Sehat
Minggu, 26 Oktober 2025 | 07:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Mandi merupakan kebutuhan untuk membersihkan tubuh. Namun, sering mandi justru dapat merusak lapisan kulit. Seseorang penting mengetahui cara dan durasi mandi yang tepat agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Hal itu diungkapkan dokter spesialis kulit dr Arini Widodo, SpKK menyusul cuaca di beberapa wilayah Indonesia yang terkadang panas terik sehingga menimbulkan keinginan untuk mandi karena merasa lengket oleh keringat berlebih.
"Terlalu sering mandi, apalagi dengan cara yang salah, dapat merusak kulit," kata Arini dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) dikutip dari Antara, Minggu (26/10/2025).
Arini menjelaskan kulit manusia memiliki lapisan pelindung alami kulit (skin barrier) dan lapisan minyak alami (sebum) yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi dari iritasi.
Cara Mandi yang Sehat
Berdasarkan panduan dari American Academy of Dermatology (AAD), terdapat beberapa rekomendasi cara mandi yang sehat yang meliputi, membatasi frekuensi dan durasi.
"Mandi dua kali sehari sudah ideal, dengan durasi maksimal 5-10 menit setiap kalinya," katanya.
Selain itu, menggunakan air hangat, bukan panas, pasalnya air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami kulit.
Memilih pembersih yang tepat, alih-alih sabun biasa yang bisa keras, gunakan pembersih badan (body cleanser) yang lembut, bebas sabun (soap-free), dengan pH seimbang (pH-balanced), dan mengandung bahan pelembap seperti ceramides, glycerin, atau niacinamide. Pembersih seperti ini efektif membersihkan tanpa mengikis lapisan pelindung kulit.
Ia juga mengingatkan untuk segera mengoleskan pelembap segera setelah mandi.
"Dalam waktu 3-5 menit setelah mengeringkan badan dengan handuk (dengan cara ditepuk-tepuk), segera aplikasikan pelembap untuk "mengunci" kelembapan," tambah dia.
Ia juga merekomendasikan bila merasa perlu membasuh diri lebih dari dua kali karena keringat, pertimbangkan untuk hanya membasuh dengan air (tanpa pembersih) pada mandi tambahan tersebut, dan fokuskan penggunaan pembersih atau cleanser hanya pada area lipatan.
"Intinya, di cuaca ekstrem seperti sekarang, kunci perawatan kulit adalah keseimbangan antara menjaga kebersihan dengan cara yang tepat, mempertahankan kelembapan alami kulit, serta proteksi ketat dari sinar UV," pungkas Arini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS
Ribuan Warga Mojokerto Terima Bantuan Pangan
Sampah Laut Kian Parah, Pengelolaan di Darat Jadi Sumber Masalah
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Gempa M 6,2 Guncang Talaud Terasa hingga Manado




