ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cemburu, Motif Pembunuhan 4 Anak di Jagakarsa

Selasa, 12 Desember 2023 | 16:34 WIB
RA
FB
Penulis: Roy Adriansyah | Editor: FMB
Jenazah keempat anak korban pembunuhan di Jagakarsa oleh ayahnya sore ini dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Perigi Bedahan Sawangan, Depok, Minggu, 10 Desember 2023.
Jenazah keempat anak korban pembunuhan di Jagakarsa oleh ayahnya sore ini dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Perigi Bedahan Sawangan, Depok, Minggu, 10 Desember 2023. (Beritasatu.com/Agnes VC)

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap motif di balik peristiwa tragis pembunuhan empat anak kandung oleh Panca Darmansyah di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan 13 saksi dan sejumlah barang bukti menunjukkan bahwa motif keji tersebut adalah rasa cemburu yang dimiliki Panca terhadap istrinya berinisial D.

"Sudah kami amankan motif tersangka P melakukan perbuatan keji tersebut adalah karena cemburu, cemburu kepada istrinya saudari D," ujar Ade Ary kepada wartawan pada Selasa (12/12/2023).

Meskipun demikian, Ade Ary tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai penyulut rasa cemburu Panca terhadap istrinya. Saat ini, penyidikan masih difokuskan pada kasus pembunuhan terhadap empat anak kandungnya.

ADVERTISEMENT

"Ya, sementara kami masih fokus pemenuhan alat bukti kasus pembunuhan ya," tambahnya.

Ade Ary mengakui bahwa rasa cemburu tersebut berujung pada tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Panca terhadap istrinya. Kekerasan ini kemudian meluas menjadi aksi pembunuhan terhadap keempat anaknya, VA (6), SA (4), AA (3), dan AK (1).

"Sehingga akhirnya Sabtu pagi terjadi tindakan penganiayaan terhadap saudari D atau tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Kemudian setelah saudari D dirawat di Rumah Sakit Pasar Minggu, akhirnya tersangka P memiliki ide untuk melakukan pembunuhan terhadap empat anaknya," jelas Ade Ary.

Pada akhirnya, Panca mencoba melakukan bunuh diri dengan melukai pergelangan tangan dan menusuk perutnya menggunakan pisau, diakhiri dengan memaku kedua tangannya. Tindakan ini dilakukan setelah mencoba membuat pesan di handphone dan laptopnya.

Meskipun isi pesan di handphone dan laptop tidak diungkapkan, diperkirakan bahwa motif cemburu terkait dengan pesan yang dituliskan oleh Panca. Dalam kasus ini, Panca telah ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau kurungan penjara seumur hidup.

Hukuman tersebut diberlakukan karena Panca dengan sengaja membunuh keempat anaknya secara bergantian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon