DPR Minta Bule Nakal di Bali Ditindak Tegas
Senin, 29 Mei 2023 | 23:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi X DPR meminta agar para warga negara asing (WNA) atau bule yang melakukan pelanggaran di wilayah Indonesia untuk ditindak tegas. Apalagi, belakangan ini banyak bule di Bali yang tindakannya cukup meresahkan masyarakat.
"Kita punya aparat hukum, tegakkan saja aturan yang berlaku, sehingga siapa pun yang melanggar hukum, baik itu WNA maupun WNI di wilayah Republik Indonesia ini, ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar anggota Komisi X DPR, Andreas Hugo Pareira, kepada wartawan, Senin (29/5/2023).
Andreas mengingatkan pariwisata menyangkut martabat Indonesia. Menurut dia, kemajuan pariwisata Bali tidak boleh mengabaikan rasa aman dan kenyamanan masyarakat Indonesia sendiri, khususnya warga yang tinggal di Bali.
Dia pun mendorong pemerintah pusat harus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan pembenahan sistem pengawasan terhadap bule di Bali.
"Karena sebenarnya kan yang melakukan pelanggaran hanya segelintir WNA. Jangan sampai aksi-aksi mereka berdampak terhadap stigma seluruh WNA lain yang berada di Bali. Karena hal tersebut dapat berdampak ke pariwisata kita," tegas legislator dari Dapil NTT I itu.
Andreas juga menyebut, banyak WNA berkunjung ke Bali karena mempertimbangkan keindahan alam dan seni budaya di Pulau Dewata. Kenyamanan Bali sebagai destinasi wisata unggulan, kata dia, tidak boleh dirusak karena perilaku para bule nakal.
"Bagaimana bisa Bali dirasakan sebagai destinasi wisata yang nyaman jika tidak aman? Maka ketegasan dan kedisiplinan aturan wisatawan yang diterapkan oleh pemerintah punya peranan penting sehingga wisatawan tetap merasa nyaman saat berada di Bali," kata Andreas.
Menurut Andreas, menjaga citra Bali dapat diawali dari sikap responsif pihak berwajib dan pemerintah terhadap laporan warga. Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk lebih jernih lagi melihat persoalan pelanggaran yang dilakukan WNA di Bali.
"Jangan terlalu dibesar-besarkan menjadi isu politik yang bisa mengarah pada anti-orang asing. Karena itu bisa merugikan dunia kepariwisataan kita. Pelanggaran yang dilakukan segelintir WNA tidak perlu digeneralisir," tegasnya.
Andreas mengatakan, persoalan bule nakal sebenarnya bukan hanya terjadi di Bali saja. Namun karena Bali merupakan kawasan destinasi wisata, maka sering kali permasalahan WNA menjadi lebih sering terlihat.
"Kasus wisatawan atau orang asing bukan hanya bule. Ada juga WNA-WNA yang melakukan pelanggaran di Puncak, Bogor. Itu juga harus diatasi," ungkap Andreas.
Masyarakat pun diingatkan untuk berhati-hati dalam menyikapi pelanggaran yang dilakukan WNA. Apabila ada indikasi pelanggaran WNA, Andreas mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke pihak berwajib atau pihak yang berkepentingan.
"Memviralkan peristiwa pelanggaran belum tentu menjadi jawaban terhadap semua masalah. Seluruh pihak memang perlu melakukan pengawasan, namun pengawasan harus didukung bukti. Jadi lebih baik dilaporkan sesuai tata cara yang benar sehingga aparat hukum bisa bertindak tegas," sebutnya.
Andreas memastikan, Komisi X DPR RI yang salah satu tugas bidang kerjanya terkait pariwisata akan terus mengawal kasus-kasus WNA nakal.
"Kita harus mendukung kemajuan pariwisata Indonesia. Salah satu upaya DPR mencegah pelanggaran WNA adalah melalui jalur diplomasi parlemen. Harapannya, pemangku kebijakan negara-negara sahabat dapat mengedukasi dan memberi sosialisasi terhadap warganya yang hendak berkunjung ke Indonesia," kata Andreas.
Diketahui, beberapa waktu belakangan banyak kejadian meresahkan yang melibatkan WNA di Bali. Mulai dari WNA melanggar lalu lintas, WNA berulah saat Hari Raya Nyepi, hingga berbagai aksi nyeleneh WNA lainnya.
Terbaru, seorang turis asal Jerman viral lantaran nyelonong telanjang bulat naik panggung saat pementasan tari Bali di Puri Saraswati Ubud. WNA tersebut ribut dengan petugas tiket di tempat pertunjukan dan sempat merusak pintu masuk pementasan.
Ada pula WNA asal Denmark yang viral karena salah satu dari mereka mengangkang dan memamerkan kemaluannya. Selain itu, banyak juga ditemukan WNA yang bekerja di Bali padahal mereka datang dengan visa turis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




