Mahfud MD Tegaskan Pemimpin Tidak Boleh Berdasarkan Keturunan
Selasa, 18 Juli 2023 | 23:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh memiliki pemimpin yang berdasarkan keturunan, melainkan harus berdasarkan pemilihan.
"Ini negara demokrasi, maka pimpinan itu harus selalu berputar, bersirkulasi, dan itu tidak boleh diwariskan. Tidak boleh berdasar keturunan, melainkan berdasar pemilihan," kata Mahfud dalam sambutannya di acara "Senandung Pemilu Damai", di Jakarta, Selasa (18/7/2023)
Menurut Mahfud, pemimpin negeri ini harus ditentukan oleh rakyat dan untuk rakyat.
"Pemilu adalah untuk mewujudkan secara nyata bahwa kita ini adalah negara demokrasi. Negara ini ditentukan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Bukan dari rakyat, oleh oligarki, dan untuk elite," tegas Mahfud.
Baginya, demokrasi dalam memilih pemimpin dibutuhkan agar terjadi perputaran kepemimpinan yang ditentukan oleh rakyat.
"Pemilu juga, bertujuan untuk menghasilkan pemimpin, wakil-wakil rakyat berdasar aspirasi, yaitu pemimpin dan wakil-wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat sendiri secara bebas dan damai," lanjutnya.
Menjelang musim Pemilu 2024, Mahfud juga mengajak masyarakat untuk lebih peka melawan pelanggaran penyelenggaraan pemilu.
"Untuk menuju pemilu yang damai, maka terlebih dahulu kita harus peka dan sigap mengatasi indikasi akan kerawanan-kerawanan di dalam penyelenggaraan pemilu yang nantinya akan menganggu jalannya tahapan pemilu," kata Mahfud.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




