ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Apresiasi Kinerja Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Komisi X: Kebijakan 100 Hari Prioritaskan Anak dan Guru

Jumat, 24 Januari 2025 | 10:48 WIB
YP
R
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: RZL
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat menerima audiensi dari B-Universe di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2025.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat menerima audiensi dari B-Universe di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2025. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengapresiasi kinerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti selama 100 hari pertama masa jabatannya. Menurut Hetifah, kebijakan Mendikdasmen yang berpihak kepada anak dan guru telah menciptakan suasana pembelajaran yang lebih kondusif.

"Besar harapan berbagai program baik ini terus dilanjutkan, terutama dengan memprioritaskan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang terdampak bencana," ujar Hetifah kepada wartawan, Jumat (24/1/2025).

Hetifah juga berharap Abdul Mu'ti dapat memanfaatkan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN secara optimal.

ADVERTISEMENT

"Sesuai dengan mandat konstitusi, anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN, termasuk alokasi Rp 33,5 triliun di tahun 2025 untuk Kemendikdasmen, diharapkan mampu mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia," jelasnya.

Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Abdul Mu'ti memaparkan berbagai capaian dan terobosan kebijakan yang telah dicapai selama 100 hari pertama. Ia mengusung enam program prioritas, yaitu penguatan pendidikan karakter, wajib belajar 13 tahun dan pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraaan guru, pengembangan talenta dan prestasi, pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan pembangunan kebahasaan dan kesastraan.

Abdul Mu'ti juga melakukan berbagai percepatan program untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMA. Dalam pengelolaan guru dan tenaga kependidikan (GTK), program yang dilakukan mencakup peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan sertifikasi pendidik, redistribusi guru ASN, penyederhanaan pengelolaan kinerja GTK, pelatihan guru BK dan kompetensi guru kelas, dan percepatan sertifikasi pendidik dengan 605.650 guru lulus PPG pada November-Desember 2024.

Tak hanya itu, Kemendikdasmen juga menggulirkan program inovatif, seperti gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, senam Indonesia hebat, penguatan literasi berbasis PISA, forum ekonomi kejuruan, hingga pengembangan SMK berbasis industri, seperti SMK pusat keunggulan dan pendidikan kecakapan kerja dan wirausaha.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pekan Depan, Komisi X DPR Panggil Mendikdasmen Soal SE Guru Non-ASN

Pekan Depan, Komisi X DPR Panggil Mendikdasmen Soal SE Guru Non-ASN

NASIONAL
5 Fakta Kebijakan Soal Guru Non-ASN, Benarkah Honorer Dipecat 2027?

5 Fakta Kebijakan Soal Guru Non-ASN, Benarkah Honorer Dipecat 2027?

NASIONAL
Hardiknas 2026, Mendikdasmen: Pendidikan Perkuat Peradaban Manusia

Hardiknas 2026, Mendikdasmen: Pendidikan Perkuat Peradaban Manusia

NASIONAL
Mendikdasmen Tegaskan ABK Berhak Sekolah Bermutu Tanpa Diskriminasi

Mendikdasmen Tegaskan ABK Berhak Sekolah Bermutu Tanpa Diskriminasi

NASIONAL
Banyak Guru di Sulut Belum Punya Sertifikat Pendidik dan Lulus PPG

Banyak Guru di Sulut Belum Punya Sertifikat Pendidik dan Lulus PPG

NASIONAL
888.000 Murid TK Akan Terima Bantuan PIP Rp 450.000 Per Tahun

888.000 Murid TK Akan Terima Bantuan PIP Rp 450.000 Per Tahun

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon