ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Singgung Reshuffle Kepengurusan Golkar, Bahlil: Jabatan Bukan Warisan

Kamis, 17 April 2025 | 07:58 WIB
YP
R
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: RZL
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di acara pelepasan mudik gratis Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, di Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di acara pelepasan mudik gratis Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, di Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta, Rabu (26/3/2025). (Beritasatu/Yustinus Patris Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengisyaratkan akan adanya reshuffle dalam struktur kepengurusan partainya. Menurut Bahlil, sistem pergantian pengurus di Partai Golkar mirip dengan mekanisme perombakan kabinet menteri, yang bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu satu atau dua tahun.

“Pak Maman (Menteri UMKM Maman Abdurrahman), jangan ketawa-ketawa. Saya sudah memahami aspirasinya. Nanti, Pak Maman, sebentar lagi akan ada reshuffle. Reshuffle pengurus Partai Golkar itu sama seperti reshuffle kabinet, tidak harus menunggu satu atau dua tahun,” ujar Bahlil saat acara Halal Bihalal Partai Golkar, Rabu (16/4/2025) malam.

Bahlil menekankan reshuffle diperlukan sebagai bentuk penyegaran dan penguatan kinerja organisasi. Ia menilai Partai Golkar merupakan aset bangsa yang harus terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Kalau ada pengurus yang tidak cocok dengan tugasnya, ya kita ganti. Partai Golkar ini adalah aset negara dan milik kita semua, milik seluruh rakyat Indonesia yang mencintai Partai Golkar,” tegasnya.

Lebih lanjut terkait isu reshuffle kepengurusan Partai Golkar, Bahlil menegaskan jabatan di partai bukanlah warisan yang bisa diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, jabatan adalah amanah yang harus diraih, dijaga, dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Jangan menganggap jabatan itu seperti barang warisan. Ini bukan barang yang datang dari sononya. Jabatan harus diraih secara adil dan bertanggung jawab,” kata Bahlil.

Ia pun memastikan Partai Golkar akan membuka ruang seluas-luasnya bagi para kader terbaik untuk masuk dalam jajaran kepengurusan.

“Saya ingin membuka ruang kompetisi sebesar-besarnya, baik di antara anggota fraksi, pengurus, maupun kader. Tujuannya agar tumbuh rasa memiliki, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap partai,” pungkas Bahlil terkait isu reshuffle kepengurusan Partai Golkar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon