ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Krisis Pangan Global Melanda, Mentan Andi Amran: Indonesia Aman

Selasa, 10 Juni 2025 | 19:44 WIB
AK
RA
Penulis: Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani | Editor: RP
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menegaskan Indonesia berada dalam posisi aman di tengah krisis pangan global dan siap menghadapi tekanan pangan global.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menegaskan Indonesia berada dalam posisi aman di tengah krisis pangan global dan siap menghadapi tekanan pangan global. (Beritasatu.com/Ahmad Rifqi Danwanus)

Lumajang, Beritasatu.com- Di tengah krisis pangan global yang tengah melanda berbagai belahan dunia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menegaskan Indonesia berada dalam posisi aman dan siap menghadapi tekanan pangan global.

Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di kebun tebu produktivitas tinggi di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (10/6/2025).

“Alhamdulillah, stok pangan kita saat ini tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka,  mencapai 4 juta ton. Ini buah dari fokus kerja kita,” ucap Mentan Amran, di Lumajang, Selasa (10/6/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menyebut, sejak awal masa jabatannya, dirinya langsung fokus pada pemulihan dan penguatan ketahanan pangan nasional, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran global terkait ketersediaan pangan akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan distribusi global.

“Seluruh dunia mengalami krisis pangan, tetapi Indonesia tidak. Kita bersyukur, tapi tidak boleh lengah. Kita harus mulai membenahi sektor perkebunan juga,” tambahnya. 


Salah satu sektor yang kini menjadi perhatian khusus pemerintah adalah tebu. Indonesia, ditekankan Amran, masih bergantung pada impor gula, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah menargetkan swasembada gula dalam lima tahun ke depan, sekaligus sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi ketidakpastian pasokan pangan global.

Amran menyampaikan enam pilar utama untuk memperkuat produksi dalam negeri, yakni penyediaan benih unggul, pengelolaan pertanian yang baik, kemudahan akses pupuk dan sarana produksi, sistem irigasi modern, pengolahan tanah yang efisien, serta jaminan harga jual yang menguntungkan bagi petani.

Ia juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk dan sarana produksi, agar tidak ada lagi praktik-praktik curang yang merugikan para petani.

“Dengan langkah strategis ini, optimis Indonesia tidak hanya mampu bertahan dari ancaman krisis pangan global, tapi juga tumbuh menjadi salah satu kekuatan baru dalam produksi pertanian berkelanjutan,” pungkas Mentan Amran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mentan Amran Sebut Program MBG Serap Hasil 165 Juta Petani

Mentan Amran Sebut Program MBG Serap Hasil 165 Juta Petani

NASIONAL
Cegah Mafia Pangan, Mentan Amran: Kita Butuh Pengkritik Konstruktif

Cegah Mafia Pangan, Mentan Amran: Kita Butuh Pengkritik Konstruktif

EKONOMI
Pemerintah Gerak Cepat Gaet Bensin Sawit Bikinan ITS

Pemerintah Gerak Cepat Gaet Bensin Sawit Bikinan ITS

EKONOMI
Mentan Ancam Tarik Bantuan jika Daerah Lambat Tangani Bencana

Mentan Ancam Tarik Bantuan jika Daerah Lambat Tangani Bencana

NASIONAL
Mentan Amran Peringatkan Pengusaha Jangan Naikkan Harga Jelang Nataru

Mentan Amran Peringatkan Pengusaha Jangan Naikkan Harga Jelang Nataru

NASIONAL
Harga Pangan Naik Saat Nataru? Mentan Amran: Langsung Kita Tindak

Harga Pangan Naik Saat Nataru? Mentan Amran: Langsung Kita Tindak

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon