ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jaksa KPK Cecar Hasto Soal Ritual Kader PDIP agar Menang pada Pileg

Kamis, 26 Juni 2025 | 22:00 WIB
YP
DM
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: DM
Hasto Kristiyanto membenarkan soal ritual-ritual spiritual yang dilakukan kader partai agar menang dalam kontestasi pemilihan legislatif (pileg).
Hasto Kristiyanto membenarkan soal ritual-ritual spiritual yang dilakukan kader partai agar menang dalam kontestasi pemilihan legislatif (pileg). (Beritasatu.com/Yustinus Patris Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto soal ritual-ritual spiritual yang dilakukan kader partai agar menang dalam kontestasi pemilihan legislatif (pileg). Hasto membenarkan adanya tradisi, seperti melarung dan melukat, yang disebut telah menjadi bagian dari budaya PDIP.

Pernyataan itu disampaikan Hasto saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan kasus suap PAW Harun Masiku di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Jaksa merujuk pada kesaksian staf DPP PDIP, Kusnadi, yang menyebut ada kebiasaan kader melakukan ritual larung sesaji sebagai bentuk ikhtiar menang pada pileg. "Apakah memang seperti itu yang saudara ketahui sebagai Sekjen PDIP?" tanya jaksa KPK.

ADVERTISEMENT

Hasto menjawab ritual melarung memang sudah menjadi bagian dari kultur partai. Apalagi sejak PDIP berada dalam pemerintahan. "Kalau larung memang itu menjadi bagian dari kultur yang kami bangun. Terutama setelah kami berada di dalam pemerintahan karena tekanannya kuat sekali," jelas Hasto.

Hasto mengaku telah melakukan ritual naik gunung selama sembilan tahun berturut-turut tiap malam tahun baru, sebagai bentuk spiritualitas mendoakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo (Jokowi), serta bangsa Indonesia. "Dari situlah ada tradisi melukat, melarung. Ini budaya kita. Di Yogya, melarung di Gunung Merapi atau Parangkusumo itu biasa," kata Hasto.

Menurutnya, ritual tersebut adalah bentuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadi sarana untuk melawan tekanan saat berada di pemerintahan atau lembaga legislatif.

Hasto Kristiyanto saat ini didakwa bersama advokat Donny Tri Istiqomah, eks kader PDIP Saeful Bahri, dan Harun Masiku, terkait suap Rp 600 juta kepada komisioner KPU Wahyu Setiawan pada 2019-2020. Suap tersebut bertujuan agar Harun menggantikan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR dari dapil Sumatera Selatan I melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Selain itu, Hasto juga didakwa menghalangi penyidikan dengan memerintahkan perusakan barang bukti, termasuk merendam ponsel Harun Masiku dan menyuruh ajudannya, Kusnadi, untuk menenggelamkan telepon genggam guna menghindari penyitaan oleh penyidik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Vonis Hasto Hanya 3,5 Tahun, ICW: Ini Tamparan bagi Demokrasi

Vonis Hasto Hanya 3,5 Tahun, ICW: Ini Tamparan bagi Demokrasi

NASIONAL
KPK Pertimbangkan Banding atas Vonis 3,5 Tahun Hasto Kristiyanto

KPK Pertimbangkan Banding atas Vonis 3,5 Tahun Hasto Kristiyanto

NASIONAL
Datangi Tipikor Pakai Rompi Oranye, Hasto Disambut Tari Kecak

Datangi Tipikor Pakai Rompi Oranye, Hasto Disambut Tari Kecak

NASIONAL
Bacakan Pledoi, Hasto: Tuntutan Jaksa KPK Sangat Tidak Adil!

Bacakan Pledoi, Hasto: Tuntutan Jaksa KPK Sangat Tidak Adil!

NASIONAL
Hasto Kristiyanto Ungkap Ritual 9 Tahun untuk Megawati dan Jokowi

Hasto Kristiyanto Ungkap Ritual 9 Tahun untuk Megawati dan Jokowi

NASIONAL
Hasto Akui Diancam Penjara jika Tidak Mundur dari Sekjen PDIP

Hasto Akui Diancam Penjara jika Tidak Mundur dari Sekjen PDIP

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon