Hasto Kristiyanto Ungkap Ritual 9 Tahun untuk Megawati dan Jokowi
Kamis, 26 Juni 2025 | 23:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, selama 9 tahun berturut-turut rutin melakukan ritual spiritual setiap malam pergantian tahun dengan mendaki gunung dan berdoa. Ritual itu dilakukan untuk kebaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, serta bangsa Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Hasto saat bersaksi sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 dan perintangan penyidikan Harun Masiku, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2025).
“Setiap malam tahun baru, selama 9 tahun berturut-turut saya ini selalu naik gunung, mendoakan Bu Mega, Pak Jokowi, dan bangsa serta negara agar Indonesia ini baik,” ujar Hasto.
Menurut Hasto, ritual spiritual, seperti melarung dan melukat menjadi bagian dari budaya internal PDIP yang diperkuat sejak partai berlambang banteng itu masuk ke pemerintahan. “Kalau larung itu menjadi bagian dari kultur yang kami bangun, terutama setelah berada dalam pemerintahan karena tekanannya kuat sekali,” jelasnya.
Dalam budaya Jawa, lanjut Hasto, melarung sesaji di Gunung Merapi atau berendam di Parangkusumo merupakan praktik umum untuk menenangkan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Selain menjelaskan ritual spiritualnya, Hasto juga mengungkapkan peran pentingnya dalam tiga kali pemilu, termasuk dua kali pilpres. Saat Pilpres 2014, Hasto menjadi sekretaris tim sukses Jokowi-JK, sekaligus juru bicara.
Pada Pilpres 2019, Hasto memegang dua peran strategis sekaligus, yakni sebagai sekjen PDIP dan sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.“Itu pemilu paling kompleks di dunia karena pertama kalinya dilakukan serentak. Saya harus me-manage koalisi 10 partai politik, bukan tugas yang mudah,” kata Hasto.
Dalam kasus ini, Hasto didakwa bersama advokat Donny Tri Istiqomah, eks kader PDIP Saeful Bahri, dan Harun Masiku karena menyuap komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesar Rp 600 juta untuk memuluskan PAW Harun menggantikan Riezky Aprilia.
Tak hanya itu, Hasto juga didakwa menghalangi penyidikan KPK, dengan memerintahkan agar ponsel Harun Masiku direndam ke air pasca-operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wahyu. Selain Harun, ajudan Hasto, Kusnadi, juga diperintahkan menenggelamkan ponselnya sebagai langkah antisipasi.
Dalam proses sidang, KPK telah menghadirkan 6 ahli dari berbagai bidang, termasuk ahli TI dari Universitas Indonesia (UI) Bob Hardian Syahbuddin dan ahli forensik Hafni Ferdian.
Selain itu, ahli Pidana dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Fatahillah Akbar, ahli Bahasa dari UI Frans Asisi Datang, Maruarar Siahaan (Mantan Hakim MK), dan ahli hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Chairul Huda.
Jaksa KPK juga telah memanggil sedikitnya 16 saksi, termasuk penyidik KPK Rossa Purbo Bekti dan eks kader PDIP Saeful Bahri yang menjadi saksi kunci.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




