Penyaluran Rumah Subsidi FLPP Baru Capai 117.000 Unit
Jumat, 27 Juni 2025 | 07:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Pemerintah sudah menyalurkan sebanyak 117.000 rumah subsidi dari program pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Targetnya bisa mencapai 350.000 rumah sampai akhir tahun.
“Realisasi penyerapan 117.000 unit per hari ini,” kata komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho seusai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Bank Mandiri, dan BP Tapera di Gedung Mandiri Club, Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Skema FLPP merupakan program bantuan pembiayaan rumah subsidi yang disubsidi oleh pemerintah agar masyarakat dengan penghasilan rendah dapat membeli rumah dengan cicilan yang terjangkau.
Tahun ini, pemerintah meningkatkan target penyaluran FLPP secara signifikan dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit, sebagai bagian dari program nasional pembangunan 3 juta rumah.
Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara menegaskan pentingnya kerja cepat dan kolaboratif untuk merealisasikan target tersebut. Ia meminta BP Tapera meningkatkan kinerja dalam 6 bulan tersisa tahun ini.
“Juni ini kan baru 117.000, masih ada sekitar 240.000 unit dalam 6 bulan ke depan. Pak Heru, kerja keras, ya,” ujar Ara di hadapan awak media.
Salah satu mitra strategis yang digandeng pemerintah untuk mendukung realisasi program ini, adalah Bank Mandiri. Dalam nota kesepahaman yang diteken bersama Kementerian PKP dan BP Tapera, Bank Mandiri menyatakan komitmennya menyalurkan hingga 25.000 unit rumah subsidi FLPP pada 2025.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyebut penyaluran FLPP tahun ini juga diarahkan kepada segmen internal perusahaan, termasuk pegawai dari seluruh anak perusahaan Mandiri Group yang yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah.
Meski demikian, Darmawan menegaskan penyaluran FLPP oleh Bank Mandiri tidak bersifat eksklusif untuk internal. Kuota 25.000 unit ini tetap terbuka untuk masyarakat umum yang memenuhi kriteria MBR. Penyaluran akan dilakukan secara nasional melalui jaringan kantor cabang Bank Mandiri dan anak usaha, serta platform digital perusahaan.
Dengan strategi kolaboratif dan pemanfaatan teknologi, Bank Mandiri optimistis dapat menyalurkan rumah subsidi secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Pemerintah pun berharap percepatan FLPP ini dapat menjaga daya beli masyarakat terhadap perumahan dan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




