Rekor Muri Tari Gemu Famire untuk Lestarikan Budaya Bangsa
Selasa, 4 September 2018 | 22:21 WIBJakarta - Pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) tari Gemu Famire dalam rangka melestarikan budaya Indonesia dan berolahraga di dalam tiga zona waktu Indonesia. Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di hadapan 346.829 peserta tari Gemu Famire yang terhubung melalui video conference secara terpusat di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (4/9).
"Rekor Muri tari 'Gemu Famire 2018' ini melibatkan ribuan prajurit TNI, Polri, dan PNS TNI serta keluarga, yang digelar secara serentak di seluruh Kotama TNI, baik TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU dari Sabang sampai Merauke," kata Panglima TNI.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI beserta Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto didampingi Kepala Staf Angkatan, Wakapolri, dan Kasum TNI ikut bersama-sama dengan prajurit menari Gemu Famire di Plaza Mabes TNI, Cilangkap. Panglima TNI juga menyapa kepada seluruh peserta yang ikut Tari Gemu Famire melalui video conference.
"Seluruh Prajurit TNI dan Polri, apakah sudah siap memecahkan rekor Muri tari Gemu Famire, khususnya di Biak, Ambon, Balikpapan, Koarmada 2, Bali, dan Hasanuddin? Untuk prajurit TNI dan Polri beserta keluarga di seluruh Indonesia, mari sama-sama hari ini kita memecahkan rekor Muri tari Gemu Famire," ujar Panglima TNI.
Lagu Gemu Famire dinyanyikan langsung oleh penciptanya, Frans Cornelius Dian Bunda. "Lagu ini telah menginspirasi kita untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena hampir seluruh rakyat Indonesia mampu menarikan Gemu Famire dengan penuh suka cita," ujar Panglima TNI. Tarian dilaksanakan tepat pukul 07.00 WIB dan serentak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.
Penyerahan rekor Muri diberikan oleh Ketua Muri, Jaya Suprana kepada Panglima TNI. Jaya Suprana mengatakan, tarian yang dilakukan sekitar 400.000 orang di seluruh Indonesia belum pernah dilakukan. Dikatakan pula, apa yang telah dilakukan oleh Panglima TNI serta seluruh prajurit TNI, Polri, dan keluarga merupakan bukti bahwa TNI dan Polri manunggal dengan rakyat dalam berkesenian.
"Kami sangat menghormati dan terharu dengan prakarsa ini. Hal ini bukan hanya untuk melestarikan dan menjunjung tinggi budaya bangsa, tetapi juga mengembangkan mahakarya kebudayaan Nusantara," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




