Fatayat NU: Ulama Telah Ikut Membangun Nasionalisme
Kamis, 14 Januari 2021 | 22:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) Anggia Ermarini mengatakan, para ulama telah ikut mengajarkan dalam membangun nasionalisme, di samping akidah keagamaan.
"Maka saya selalu mengatakan, ketika kita mengadakan rutinan di seluruh daerah di Indonesia, para da’iyah-da’iyah (dai perempuan) ini tidak hanya berbicara tentang menyempurnakan salat saja. Tetapi juga bagaimana menyempurnakan ibadah-ibadah ritual. Kita juga harus selalu mencintai negara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1/2021).
Menurut dia, tentangan isu persatuan, kesatuan, Bhinneka Tunggal Ika, dan radikalisme pada 5 atau 10 tahun yang lalu berbeda dengan saat ini.
Untuk itu, menurut dia, para dai juga perlu memperbarui dan meningkatkan pengetahuan terkait hal itu sesuai dengan perkembangan terkini yang lebih dinamis.
"Artinya kita yang produk lama ini perlu di-update dan di-upgrade lagi tentang kapasitas dan keterampilan untuk menyikapi isu-isu yang terus berkembang ini," ucap wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris PP Lembaga Kesehatan NU (LKNU) ini.
Menurutnya, negara perlu untuk mengintervensi, meningkatkan kapasitas atau peran-peran dari para komunitas seperti yang dimiliki NU atau Muhammadiyah dalam menangani isu-isu tersebut.
"Karena mereka ini sudah punya potensi, sudah punya gerakan-gerakan yang mampu dijadikan sebagai alat untuk merespons isu-isu atau perkembangan hari ini dan tinggal dimanfaatkan saja sebetulnya," katanya.
Ia menuturkan, paham seperti terorisme dan radikalisme pergerakannya sangat halus. Maka dari itu, menurutnya, intervensi yang dilakukan juga harus lebih halus lagi di masyarakat, terutama kepada para ustaz dan kiai-kiai atau para sepuh-sepuh di masyarakat untuk mampu merespons hal itu.
Selain itu, menurut dia, masalah politik identitas juga perlu direspons, mengingat hal ini juga dinilainya membahayakan persatuan dan kesatuan.
Menurutnya, penting memberikan pendidikan kepada masyarakat terkait hal itu. Apalagi saat ini banyak sekali orang-orang yang mengaku sebagai ulama padahal dia bukan ulama dengan berkedok lewat pakaian.
"Ini juga yang perlu untuk diketahui dan diwaspadai oleh masyarakat agar tidak mudah sekali terhasut dalam politik identitas apalagi yang membawa isu agama," ujar mantan Sekretaris Umum Fatayat NU ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




