Fatayat NU: Ulama Telah Ikut Membangun Nasionalisme
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Fatayat NU: Ulama Telah Ikut Membangun Nasionalisme

Kamis, 14 Januari 2021 | 23:02 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) Anggia Ermarini mengatakan, para ulama telah ikut mengajarkan dalam membangun nasionalisme, di samping akidah keagamaan.

”Maka saya selalu mengatakan, ketika kita mengadakan rutinan di seluruh daerah di Indonesia, para da’iyah-da’iyah (dai perempuan) ini tidak hanya berbicara tentang menyempurnakan salat saja. Tetapi juga bagaimana menyempurnakan ibadah-ibadah ritual. Kita juga harus selalu mencintai negara,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1/2021).

Menurut dia, tentangan isu persatuan, kesatuan, Bhinneka Tunggal Ika, dan radikalisme pada 5 atau 10 tahun yang lalu berbeda dengan saat ini.

Untuk itu, menurut dia, para dai juga perlu memperbarui dan meningkatkan pengetahuan terkait hal itu sesuai dengan perkembangan terkini yang lebih dinamis.

”Artinya kita yang produk lama ini perlu di-update dan di-upgrade lagi tentang kapasitas dan keterampilan untuk menyikapi isu-isu yang terus berkembang ini,” ucap wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris PP Lembaga Kesehatan NU (LKNU) ini.

Menurutnya, negara perlu untuk mengintervensi, meningkatkan kapasitas atau peran-peran dari para komunitas seperti yang dimiliki NU atau Muhammadiyah dalam menangani isu-isu tersebut.

”Karena mereka ini sudah punya potensi, sudah punya gerakan-gerakan yang mampu dijadikan sebagai alat untuk merespons isu-isu atau perkembangan hari ini dan tinggal dimanfaatkan saja sebetulnya,” katanya.

Ia menuturkan, paham seperti terorisme dan radikalisme pergerakannya sangat halus. Maka dari itu, menurutnya, intervensi yang dilakukan juga harus lebih halus lagi di masyarakat, terutama kepada para ustaz dan kiai-kiai atau para sepuh-sepuh di masyarakat untuk mampu merespons hal itu.

Selain itu, menurut dia, masalah politik identitas juga perlu direspons, mengingat hal ini juga dinilainya membahayakan persatuan dan kesatuan.

Menurutnya, penting memberikan pendidikan kepada masyarakat terkait hal itu. Apalagi saat ini banyak sekali orang-orang yang mengaku sebagai ulama padahal dia bukan ulama dengan berkedok lewat pakaian.

”Ini juga yang perlu untuk diketahui dan diwaspadai oleh masyarakat agar tidak mudah sekali terhasut dalam politik identitas apalagi yang membawa isu agama,” ujar mantan Sekretaris Umum Fatayat NU ini.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

6 Hari Pencarian, SAR Gabungan Peroleh 239 Bagian Tubuh Jenazah

Sejak operasi pencarian kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, tim gabungan telah mengumpulkan total 239 potongan tubuh jenazah.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Kasus Tanah di Labuan Bajo, Kejati NTT Tetapkan 16 Tersangka, 13 Orang Ditahan

Kejati NTT tahan 13 orang dalam kasus tanah di Labuan Bajo.

NASIONAL | 14 Januari 2021

4 Kapal Evakuasi Jenazah Penumpang dan Bagian Sriwijaya Air SJ-182

Empat kapal bersandar ke Dermaga JICT II membawa bagian tubuh penumpang dan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Komjen Listyo Ditunjuk Presiden, Idham: Harap Kita Bersatu

Idham meminta jajarannya meyakini bila keputusan Jokowi tentang suksesi kepemimpinan Polri pasti sudah melalui berbagai pertimbangan yang matang.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Ketua DPR Ajak Agamawan Yakinkan Umat Pentingnya Vaksinasi Covid

Puan juga mengajak para pemuka agama untuk terus menyuarakan pentingnya persatuan.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Kolega Bantah Pinangki Laporkan Keberadaan Djoko Tjandra di Malaysia

Kasubdit TPK dan TPPU Uheksi Kejagung Syarief Sulaeman membantah klaim Pinangki yang mengaku telah telah melaporkan keberadaan Djoko Tjandra.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Mantan Direksi Rekayasa Laporan Keuangan AISA Sejak Lama

Mantan direksi AISA disebut-sebut telah memerintahkan bawahannya untuk meningkatkan angka piutang.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Wali Kota Cimahi Diduga Gunakan Uang Suap untuk Beli Tanah Atas Nama Anaknya

Ajay Muhammad Priatna diduga menggunakan uang hasil suap terkait perizinan pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda untuk membeli tanah.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Banyak Calon Penerima Vaksin Covid-19 yang Gagal Disuntik

Para calon penerima vaksin itu tidak lolos pemeriksaan kesehatan awal seperti yang terpantau di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

NASIONAL | 14 Januari 2021

IWD: Disuntik Pertama Vaksin, Jokowi Tunjukkan Keteladanan

Ketelandan yang ditunjukkan Jokowi sangat diperlukan di tengah-tengah sentimen negatif yang kerap dilontarkan kepada pemerintah.

NASIONAL | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS