ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Covid-9 Terus Naik, Ini Upaya yang Dilakukan Pemerintah

Kamis, 3 Februari 2022 | 07:27 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Wiku Adisasmito.
Wiku Adisasmito. (BNPB)

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus konfirmasi harian Covid-19 mengalami kenaikan dalam satu minggu terakhir. Namun, untuk menentukan Indonesia masuk gelombang ketiga, pemerintah masih membutuhkan waktu untuk menentukan tren tersebut jika dibandingkan dengan gelombang kedua.

Menurut Wiku, kenaikan kasus Covid-19 ini harus menjadi perhatian adalah upaya bersama dalam menekan kasus agar jangan sampai terus terjadi kenaikan.

"Sesuai dengan arahan Presiden terkait evaluasi PPKM, pemerintah akan terus menggencarkan program vaksinasi serta menyiapkan stok obat-obatan di apotik, memperkuat fasilitas telemedicine bagi masyarakat tanpa gejala, pencegahan transmisi lokal di dalam negeri dengan penguatan protokol kesehatan, dan pelacakan kontak erat," ujar Wiku pada konferensi pers tentang "Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia", Rabu (2/2/2022).

Wiku menambahkan pemerintah juga akan terus melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk negara serta memperketat skrining. Selain itu, pemerintah akan terus memantau tren kasus bersamaan dengan optimalisasi upaya pengendalian dan pencegahan penularan di berbagai lini dan sektor sosial ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, untuk kapasitas medis dalam penanganan Covid-19, Wiku menuturkan rata-rata bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 tingkat nasional 13,89% dengan DKI sebagai penyumbang tertinggi mencapai 52%, disusul Banten 22%, serta Jawa Barat 16%. Namun, ada 30 provinsi tetap mempertahankan BOR-nya di bawah 10%.

"Ini perlu terus dijaga," ucapnya.

Baca Juga: Keterisian Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta Capai 60%

Wiku juga menegaskan pemerintah terus mengantisipasi adanya kenaikan kasus dengan melakukan penyesuaian fasilitas isolasi terpusat untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Wiku menyebutkan saat ini terdapat 7.894 tempat tidur di Wisma Atlet Kemayoran untuk PPLN bergejala ringan dan sedang. Kemudian, ada 5.796 tempat tidur di Wisma Pademangan, dan 1.566 tempat tidur di Rusun Penggilingan untuk PPLN tanpa gejala.

"Total 444 tempat tidur di 6 rumah sakit rujukan untuk PPLN bergejala berat dan total ada 663 tempat tidur di 6 hotel tempat isolasi terpusat untuk PPLN tanpa gejala dan gejala ringan serta lebih dari 76.000 tempat isolasi terpusat di seluruh Indonesia," ujarnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

NASIONAL
IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

LIFESTYLE
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

LIFESTYLE
Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon