ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menkes: 99,2% Penduduk Indonesia Sudah Miliki Antibodi Covid-19

Senin, 18 April 2022 | 15:44 WIB
HS
JM
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: JEM
Budi Gunadi Sadikin.
Budi Gunadi Sadikin. (Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meyakini sebanyak 99,2% masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap Covid-19, baik yang diperoleh dari vaksinasi Covid-19 maupun infeksi alamiah. Hal inilah yang mendasari pemerintah mengeluarkan kebijakan memperbolehkan mudik Lebaran 2022.

"Di bulan Desember 2021, kita lakukan zero survey mencapai angka 88,6% masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi baik itu berasal dari vaksinasi maupun antibodinya dari infeksi," kata Menkes Budi Gunadi dalam keterangan pers secara daring, seusai rapat terbatas membahas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kantor Presiden Jakarta, Senin (18/4/2022).

Menurut Budi, sebelum Lebaran, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai melakukan zero survey. Sementara survei kedua, agar kebijakan yang pemerintah ambil untuk menghadapi Lebaran ini ada basis risetnya.

Baca Juga: PeduliLindungi Dituding Langgar HAM, Ini Jawaban Kemenkes

ADVERTISEMENT

Menkes menjelaskan, persentase antibodi di masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 kini sudah meningkat ke angka 99,2%.

"Bisa disampaikan bahwa kadar antibodi masyarakat Indonesia naik menjadi 99,2%. Artinya 99,2% dari populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi. Bisa berasal dari vaksinasi maupun berasal dari infeksi," urai Menkes Budi.

Menkes menyebutkan kalau kadar antibodi pun meningkat. Apabila survei pertama berada pada kisaran 500-600, maka saat ini berada di level 7.000-8.000.

Baca Juga: Kemenkes: Covid-19 Subvarian XE, XD, dan XF Belum Terdeteksi di Indonesia

Ia juga menjelaskan masyarakat Indonesia tak perlu terburu-buru mengikuti negara lain yang terlampau agresif terkait pelonggaran penerapan protokol kesehatan. Pasalnya, momentum perbaikan kondisi pandemi Covid-19 Indonesia sudah tercapai dan perlu dipertahankan.

"Ini menunjukkan masyarakat bukan hanya yang sudah memiliki antibodi, tetapi kadar antibodinya tinggi, sehingga kalau nanti diserang virus daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya, dan mengurangi sekali risiko masuk rumah sakit apalagi risiko untuk wafat," pungkas Menkes Budi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

NASIONAL
IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

LIFESTYLE
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

LIFESTYLE
Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon