ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Mingguan Covid-19 di Indonesia Meningkat 2 Kali Lipat

Selasa, 14 Juni 2022 | 20:11 WIB
HS
JM
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: JEM
Wiku Adisasmito.
Wiku Adisasmito. (BNPB)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Nasional, Prof Wiku Adisasmito menyebut beberapa minggu terakhir terjadi kenaikan. Kasus mingguan Covid-19 pada pekan lalu meningkat hingga dua kali lipat jika dibandingkan pada akhir Mei 2022.

"Jumlahnya dari 1.800 kasus pada akhir Mei menjadi 3.600 kasus pada minggu lalu," katanya saat konferensi pers virtual pada Selasa (14/6/2022).

Selain kasus mingguan, kasus aktif juga mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengungkapkan jumlah kasus aktif pada akhir Mei 2022 sekitar 2.900 orang. Kemudian meningkat menjadi 4.900 orang per 13 Juni 2022.

Baca Juga: Kemenkes: 20 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Ditemukan

ADVERTISEMENT

"Tentunya angka kenaikan kasus ini perlu menjadi perhatian kita bersama dan mendapat kewaspadaan semua pihak, karena apabila tidak dimitigasi dengan baik, kasus akan terus mengalami kenaikan," sambung dia.

Perbandingan Negara Lain
Meski begitu, kabar baiknya lonjakan kasus Covid-19 harian di Indonesia lebih kecil jika dibandingkan dengan negara tetangga atau lain.

Sebagai perbandingan, berdasarkan data per 11 Juni 2022, kasus positif Covid-19 harian di Indonesia bertambah sebanyak 574 orang. Sementara kasus harian di Malaysia bertambah 1.709 orang, lalu Thailand bertambah 2.474 orang, dan Singapura 3.128 orang. Bahkan kasus Covid-19 India mengalami penambahan sebanyak 8.582 orang dan Australia 16.393 orang.

Baca Juga: Covid-19 Naik, Menkes: Kebijakan Bebas Masker Masih Berlaku

"Tentunya dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar dibandingkan negara lainnya, jumlah kasus harian di Indonesia dapat dikatakan rendah. Kenaikan kasus yang saat ini terjadi perlu untuk kita upayakan bersama-sama untuk menekan kasus semaksimal mungkin," pungkas Wiku.

Masyarakat dan berbagai pihak, menurut dia, harus tetap mewaspadai penularan Covid-19. Penyebab kenaikan kasus penting untuk diperhatikan setidaknya 2 sampai 4 minggu kedepan. Mengingat perlu waktu untuk melihat dampak dari suatu kejadian atau faktor penyebab terhadap kenaikan kasus.

Selain itu, secara bersamaan penting juga untuk mulai dilakukan surveilans molekuler epidemiologi. Tentunya dengan metode yang benar dan sistematis agar penyebab dari kenaikan kasus dan asal kasus yang beredar di masyarakat dapat terdeteksi dengan baik.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

NASIONAL
IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

LIFESTYLE
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

LIFESTYLE
Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon