Puncak Kasus Covid-19 Diprediksi Tak Capai 20.000 Kasus
Minggu, 19 Juni 2022 | 20:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, puncak kasus Covid-19 akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diperkirakan tidak mencapai 20.000 kasus per hari. Namun, hanya sekitar 15.000 kasus per hari.
Miko menyebutkan, 15.000 kasus per hari menyesuaikan dengan situasi surveilans saat ini. Adapun 15.000 kasus ini yang kebetulan melakukan pemeriksaan, sementara kasus Covid-19 yang tidak ketahuan di masyarakat melebihi dari jumlah tersebut jika surveilans dilakukan dengan baik.
"Jika surveilans dilakukan dengan baik, puncak kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 bisa melebihi 20.000 kasus per hari. Tetapi situasi saat ini, masyarakat sudah tidak peduli dengan pandemi, sehingga ketika terinfeksi Covid-19 tidak melakukan pemeriksaan," kata Miko saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (19/6/2022).
Selain perilaku abai dari masyarakat, Miko juga menuturkan, banyak fasilitas pemeriksaan Covid-19 yang tutup. Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak kasus maksimum 20.000 per hari terjadi pada Juli 2022.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




