Jelang Nataru, IDI Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Covid-19
Kamis, 3 November 2022 | 14:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal itu karena pada momen waktu tersebut akan terjadi mobilisasi warga dalam jumlah besar serta memicu keramaian.
"Kami ingin bahwa pemerintah melakukan antisipasi terhadap tendensi kenaikan kasus, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru," kata Ketua Satgas Covid-19 IDI, Erlina Burhan, dalam agenda media briefing secara daring, Kamis, (3/11/2022).
Baca Juga: IDI Sebut Covid-19 Omicron XBB Lebih Berisiko Menginfeksi Kalangan Ini
Erlina juga menyebut, cakupan vaksinasi booster untuk para warga masih di angka 27%. Untuk itu, IDI mengimbau pemerintah agar berupaya secara total, demi meningkatkan cakupan vaksinasi booster kepada para warga. Tidak hanya itu, IDI mengimbau pemerintah memperbaiki penyaluran logistik obat dan vaksin.
"Karena kami mendengar keluhan dari lapangan, bahwa banyak sentra vaksinasi mengeluhkan keterbatasan dari vaksin yang tersedia," tutur Erlina.
Tidak kalah penting, IDI juga mendorong pemerintah untuk kembali menggencarkan program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dia menilai PHBS merupakan program yang baik, sehingga perlu digalakkan kembali penerapannya.
"Mengajarkan masyarakat untuk menjalankan perilaku hidup sehat dalam kesehariannya," ungkap Erlina.
Baca Juga: Bangsal RS Khusus Covid-19 Omicron XBB, Kemenkes: Belum
Dalam kesempatan yang sama, Erlina turut angkat bicara soal penyebaran Covid-19 varian Omicron XBB dan XBC. Dia meminta publik untuk tidak memakai masker yang nyaman, melainkan yang tepat, demi mencegah varian tersebut semakin menyebar.
Erlina menerangkan, World Health Organization (WHO) telah menjelaskan mutasi dari Covid-19 varian Omicron tidak dapat dihindari. Untuk itu, dia mengajak publik luas untuk kembali memperketat protokol kesehatan serta mengikuti program vaksinasi yang dijalankan pemerintah.
Selain itu, Erlina juga mengajak publik untuk kembali rajin cuci tangan. Lalu bila sedang tidak mengenakan masker, jangan lupa untuk menutup mulut memakai tisu jika sedang bersin atau batuk, demi menekan penyebaran varian XBB dan XBC. Bila ternyata tengah bergejala, diminta untuk segera melakukan isolasi mandiri.
Baca Juga: Reisa: Tak Ada Bukti Vaksin Covid-19 Sebabkan Gangguan Ginjal Akut
"Kemudian sebetulnya dikatakan bahwa perkembangan vaksin bivalen ini sedang dipertimbangkan, karena varian ini merupakan kombinasi Delta dan Omicron, maka mungkin ke depannya vaksin bivalen akan lebih baik ya," tutup Erlina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




