Tantangan dalam Bisnis Online Trading

Kamis, 21 November 2013 | 18:51 WIB
CO
FB
Penulis: Carla Isati Octama | Editor: FMB
Pemimpin Redaksi Beritasatu.com Primus Dorimulu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja (dua dari kiri), Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan PT BEI Uriep Budhi Prasetyo (tiga dari kiri), Direktur PT Indopremier Securities Noviono Darmosilo, Direktur PT Daewoo Securities Indonesia S John Choe, Direktur Mandiri Sekuritas Ridwan Pranata, Dewan Juri Online Trading Tebaik 2013 Billy Budiman, Direktur Utama PT Mega Capital Indonesia Nani Susilowati, Dewan Juri Online Trading Tebaik 2013 Toto Sugiri, Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun. Belakang (ki-ka): Head of Social Media & Stategi Digital Beritasatu Media Holdings Pingkan Irwin, CEO Beritasatu Media Holdings Sachin Gopalan (kiri), Direktur Utama PT MNC Securities Alpino Kianjaya, Direktur Utama PT Profindo International Securities Paul Andi Aulia, VP Brokerage PT Henan Putihrai Hendra Martono, Head of Online Trading PT Sucorinvest Central Gani Renaldi Bayu Wibowo, Assistant VP PT Kresna Graha Sekurindo Tbk Jusanto, Head PT Philips Securities Indonesia Fendy, Direktur PT Panin Sekuritas Tbk Menas Shahan, Direktur PT Sinarmas Securities Fendy Sutanto, usai penyerahan penghargaan di Jakarta, Kamis  (21/11).
Pemimpin Redaksi Beritasatu.com Primus Dorimulu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja (dua dari kiri), Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan PT BEI Uriep Budhi Prasetyo (tiga dari kiri), Direktur PT Indopremier Securities Noviono Darmosilo, Direktur PT Daewoo Securities Indonesia S John Choe, Direktur Mandiri Sekuritas Ridwan Pranata, Dewan Juri Online Trading Tebaik 2013 Billy Budiman, Direktur Utama PT Mega Capital Indonesia Nani Susilowati, Dewan Juri Online Trading Tebaik 2013 Toto Sugiri, Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun. Belakang (ki-ka): Head of Social Media & Stategi Digital Beritasatu Media Holdings Pingkan Irwin, CEO Beritasatu Media Holdings Sachin Gopalan (kiri), Direktur Utama PT MNC Securities Alpino Kianjaya, Direktur Utama PT Profindo International Securities Paul Andi Aulia, VP Brokerage PT Henan Putihrai Hendra Martono, Head of Online Trading PT Sucorinvest Central Gani Renaldi Bayu Wibowo, Assistant VP PT Kresna Graha Sekurindo Tbk Jusanto, Head PT Philips Securities Indonesia Fendy, Direktur PT Panin Sekuritas Tbk Menas Shahan, Direktur PT Sinarmas Securities Fendy Sutanto, usai penyerahan penghargaan di Jakarta, Kamis (21/11). (INVESTOR DAILY/David Gita Roza/BeritaSatu Photo/ID-David Gita Roza)

Jakarta - Perusahaan sekuritas yang memiliki online trading harus memperhatikan beberapa isu mengenai online trading. Diantaranya isu mengenai kepatuhan.

"Kepatuhan harus ditingkatkan dalam menjalani online trading. Ini adalah bagian dari edukasi ke nasabah, edukasi ke nasabah sangat diperlukan," ujar Direktur Pengawasan dan Transaksi Kepatuhan Bursa Efek Indonesia Uriep Budhi Prasetyo saat memberikan sambutan di penghargaan Online Trading 2013 versi Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (21/11).

Pemimpin redaksi Beritasatu.com, Primus Dorimulu juga menyatakan beberapa isu penting mengenai online trading. Diantaranya perkembangan online trading semakin ramai.

"10 tahun lalu hanya ada 1 online trading yakni e-trading sebagai pionir yang sekarang berubah nama menjadi KDB Daewoo Securities Indonesia. 10 tahun kemudian hari ini ada 63 perusahaan efek yang memiliki produk online trading," ujar Primus.

Kedua, perkembangan online trading didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan gadget. Isu ketiga, prosedur pembukaan rekening efek jadi penghambat pertumbuhan jumlah investor karena membutuhkan tatap muka dan tanda tangan basah, dimana mempersulit pemodal di luar Jawa.

Keempat masih sedikit perusahaan efek yang menempatkan online trading sebagai fasilitas, bukan sebuah produk. Kalau online trading hanya dianggap sebagai fasilitas saja maka tidak terlalu membantu meningkatkan jumlah pemodal.

"Keamanan bertransaksi online dan kualitas system backup yang baik harus jadi perhatian perusahaan efek. Terakhir edukasi kepada masyarakat calon investor agar mereka menggunakan online trading untuk bertransaksi bertanggung jawab," tutup Primus.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon