Otak = "Driver"
Rabu, 29 Januari 2014 | 17:24 WIB
Untuk membuat otak lebih dominan dalam aktivitas berbicara memang dibutuhkan banyak sekali latihan. Latihannya, mulai dari menulis, membaca, dan mendengarkan dengan cepat, serta menganalisis sebuah peristiwa dengan cepat pula.
Diperlukan sebuah driver untuk menggerakkan mulut kita berbicara. Di situlah peran otak mampu mendorong berbagai saraf di tubuh manusia untuk kemudian meluncurkan sinyal berbicara dan menugaskan mulut sebagai pelaksana ide dan gagasan terakhir.
Publik yang disurvei berbagai lembaga penelitian menjelaskan bahwa mereka lebih berbahagia mendengarkan presentasi atau cara berbicara seseorang yang menggunakan :
1. Kecerdasan.
2. Pengolahan data.
3. Berbagi pengalaman atau pendapat.
Dengan format seperti ini, menurut saya otaklah yang memegang peranan penting untuk menyumbangkan energi kita berbicara. Dengan kondisi seperti itu, jelas berbicara di forum dan event yang sangat penting tidak bisa hanya dipersiapkan dalam hitungan jam. Untuk berbicara di forum bisnis atau di depan publik, kita perlu mempersiapkannya sejak jauh hari. Paling tidak satu minggu kita harus mempersiapkan apa yang hendak disampaikan ke publik.
Jika demikian proses berpikirnya, maka berbicara merupakan serangkaian proses membangun data, analisis, dan pendapat, yang diramu sedemikian rupa dalam sebuah kalimat yang mampu menyenangkan orang lain, mampu membuat Anda disukai banyak orang, mampu membuat produk Anda laku, presentasi Anda sukses, serta ide Anda diterima oleh bos Anda.
Jadi jika Anda melihat ada seseorang dari luar kantor hadir mempresentasikan sesuatu di depan Anda dan tim, lantas Anda terpukau dengan hasilnya, jangan pernah berpikir itu hanya hasil penyusunan data semalam. Itu merupakan sebuah proses.
Proses lain yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana otak sebagai dirigen berbicara mampu memimpin koordinasi tubuh Anda yang terdiri dari: tubuh, stamina, mata, telinga, dan mulut. Koordinasi sangat penting karena sering sekali apa yang kita ucapkan tidak sinkron dengan apa yang kita pikirkan. Di titik ini banyak orang terjebak dengan stamina atau energinya yang telah menurun.
Menurut hemat saya, public speaker yang baik adalah mereka yang mau mengajak otaknya berproses dan berpikir keras untuk menjual sebuah gagasan dan ide yang hebat dalam satu gerakan koordinatif. Seperti tugas pilot menjadi driver sebuah pesawat, otak harus menjadi driver bagi aktivitas kita berbicara. Sudahkah Anda berdamai dengan otak dan mengajaknya menjadi penggerak/driver dari aktivitas berbicara?
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




