Berani Berbicara
Sabtu, 1 Februari 2014 | 01:18 WIB
Mengapa masyarakat Singapura dan Malaysia umumnya lebih maju dan berani berbicara? Survei membuktikan frekuensi berkumpulnya komunitas profesional di kedua negara tersebut lebih tinggi. Orang Indonesia yang awalnya lebih pasif dan lebih normatif, kini sudah sangat lebih aktif dan asertif, termasuk mulai suka berkumpul dan suka membuat komunitas. Lihat saja tayangan televisi yang makin beragam. Lihat saja banyak tokoh lahir dan berani bicara lantang!
Bayangkan kalau seluruh masyarakat kita aktif berbicara dalam kumpulan, seperti Public Speaking Club, seperti yang ada di Singapura dan Malaysia, mungkin suatu hari nanti Indonesia akan mulai dikenal sebagai exportir public speaker.
Ada begitu banyak definisi public speaking dalam berbagai sumber, namun saya melihat lebih menarik mendefinisikannya sebagai "kombinasi antara pengalaman, kemampuan diri Anda, manajemen, serta seni dalam berbicara di depan umum".
Ada 3 (tiga) hal yang sangat memengaruhi perkembangan public speaking dalam diri kita, yaitu: masa lalu, saat sekarang, dan masa depan yang akan kita tuju. Latar belakang keluarga, bangsa di mana kita tinggal, pendidikan kita, komunitas bergaul, serta tujuan masa depan kita, saya sangat percaya semua hal tersebut sangat memberikan warna kita berbicara dan bersikap kepada sesama.
Public speaking bukan hanya diperlukan oleh master of ceremony (MC), presenter televisi, atau artis, namun ditujukan untuk semua kalangan, karena sejak awal saya percaya public speaking adalah milik semua orang, termasuk saya dan Anda. Mulai dari profesi pengacara, wiraniaga, guru, pengajar, politisi, akuntan, pengelola perpustakaan, aparat pemerintah, penghibur, dokter, tentara, polisi, penanggung jawab keuangan, atau apa saja profesi Anda.
Saya berharap setelah membaca tulisan ini Anda terpacu untuk lebih berani berbicara dan mengambil keputusan untuk melangkah maju mengambil kesempatan yang lebih baik dibandingkan masa lalu Anda yang tidak pernah berani berbicara.
Public Speaking Tps & Actions
1. Tanamkan dalam diri bahwa bicara adalah kesempatan bagi semua orang termasuk diri kita sendiri.
2. Mulai sering melihat tayangan yang menampilkan tokoh berbicara.
3. Mulai membaca tulisan buku-buku yang terkait dengan public speaking.
4. Biasakan mulai berbicara di forum yang kecil dahulu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




