Pudjiadi Prestige Bukukan Pendapatan Rp 95,02 Miliar

Senin, 21 April 2014 | 17:12 WIB
C
FH
Penulis: C08 | Editor: FER
Damian Pudjiadi, Presiden Direktur PT Pudjiadi Prestige, Tbk menjelaskan pengunjung tetentang apartemen Green Palace Residence, yang sedang dipasarkan tersebut, pada acara Gebyar Properti Akhir Tahun Pudjiadi Prestige, Sabtu (14/12), di Jakarta. BeritaSatu Photo/GA-M Defrizal
Damian Pudjiadi, Presiden Direktur PT Pudjiadi Prestige, Tbk menjelaskan pengunjung tetentang apartemen Green Palace Residence, yang sedang dipasarkan tersebut, pada acara Gebyar Properti Akhir Tahun Pudjiadi Prestige, Sabtu (14/12), di Jakarta. BeritaSatu Photo/GA-M Defrizal (GA Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta - Perusahaan pengembang properti, PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 95,02 miliar sepanjang 2013, atau naik 1,59% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 93,53 miliar.

Laba bersih perseroan juga meningkat sebesar 24,79% menjadi Rp 26,38 miliar pada 2013, dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 21,14 miliar.

Direktur Utama perusahaan, Damian Pudjiadi melalui laporan keuangan yang dipublikasikan, Senin (21/4), menyatakan, peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan sewa apartemen dari Rp 16,43 miliar pada 2012 menjadi Rp17,52 miliar pada 2013.

Selain itu, pendapatan hotel juga meningkat cukup signifikan dari Rp 39,51 miliar pada 2012 menjadi Rp 48,77 miliar pada 2013 atau meningkat sebesar 23,44%.

Menurut Damian, sektor properti di tanah air pada 2013 menunjukkan tren perlambatan. Perkembangan ekonomi Indonesia yang tidak terlepas dari fluktuasi yang terjadi di kawasan Asia Pasifik maupun ekonomi global turut mempengaruhi perlambatan yang terjadi di pasar property Indonesia khususnya Jakarta. Melemahnya nilai tukar dan naiknya suku bunga membuat pelaku pasar cenderung melakukan aksi menunda rencana ekspansi atau pembelian.

Untuk tahun 2014, perseroan memprediksi kalangan pelaku usaha maupun konsumen semua sektor, termasuk properti, bakal melakukan aksi "wait and see" untuk mengamati keadaan dan situasi baik ekonomi maupun politik jelang pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2014.

Perusahaan yang sejak 1994 sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, mencatatkan kenaikan ekuitas pada 2013 menjadi Rp 277,97 miliar, tumbuh 8,95% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 254,43 miliar.

Sementara, liabilitas pada tahun lalu tercatat Rp 89,429 miliar, berkurang 16,22% dari 2012 sebesar Rp 106,748 miliar. Aset perseroan juga meningkat sebesar 1,51% menjadi Rp 366,626 miliar pada 2012, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 361,179 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon