Gary Speed: Keluarga Segalanya Bagiku

Rabu, 30 November 2011 | 19:58 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Penghargaan yang diberikan fans Gary Speed di Stadion Reebok, markas Bolton Wanderers.
Penghargaan yang diberikan fans Gary Speed di Stadion Reebok, markas Bolton Wanderers. (AFP)
Misteri kematian Gary Speed semakin buram, karena sebelum ditemukan tewas Speed justru mengungkapkan rasa cintanya pada keluarga.

Dalam wawancara terakhir yang dilakukan Gary Speed sebelum ia bunuh diri, pelatih timnas Wales itu menyatakan kalau keluarga dan kedua putranya berarti segalanya. Seperti diutarakan dalam wawancara dengan BBC1's Football Focus, Speed mencintai keluarganya lebih dari semua medali yang telah dimenangkannya sebagai pemain.

Ketika ditanya apakah yang paling dihargainya diatas semua hal yang lain, Speed menyatakan,"Hal yang aku paling aku cinta bukanlah materi. Aku bahkan tak tahu dimana medali juara liga yang kumenangkan bersama Leeds. Bisa aku katakan kalau keluarga berarti segalanya bagiku," papar Speed.

Saat ditanya majalah FourFourTwo, mantan gelandang Newcastle ini justru sempat bercanda.

"Tiga hal yang menggambarkan diri adalah... pekerja keras (hardworking), jujur (honest) dan mengkritisi diri sendiri (self-critical). Tunggu dulu, bukankah itu empat kata?" canda Speed kala itu.

Menurut Speed, saat menjadi kapten timnas Wales adalah momen paling membanggakannya dalam sepak bola. Sementara itu momen paling menyedihkan adalah ketika ia harus meninggalkan Newcastle setelah bergabung bersama mereka selama tujuh tahun.

"Sepak bola akan menghancurkan hati Anda sepanjang waktu," papar Speed.

Sejak kematian Speed, lebih dari sepuluh pemain papan atas sudah meminta bantuan profesional untuk mengatasi depresi dan stres.

Kematian Speed meluluhkan jiwa sang istri - ibu dari kedua anak mereka Edward (14) dan Tommy (13) - ketika menemukan sang suami gantung diri di kediaman mereka Minggu (27/11) pada pukul 7 pagi.

Louise segera menelpon ambulans sementara sebaliknya layanan gawat darurat memberikan bantuan apa yang harus dilakukan lewat telepon.

Dunia sepak bola terkejut atas kematian ayah dua anak itu. Speed sama sekali tak menunjukkan gejala atau tanda-tanda kalau ia berencana mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
 
Pihak keluarga sendiri menegaskan kalau Speed sama sekali tidak dalam kondisi depresi. Delapan belas jam setelah jenazahnya ditemukan, BBC memberitakan kepada para pemirsanya kalau Speed sempat bercanda saat tampil di acara Football Focus.

Dalam wawancaranya dengan FourFourTwo, Gary yang sempat bermain untuk Everton, Bolton Wanderers dan Sheffield United mengaku kalau ia nyaris menjadi pemain kriket ketimbang menjadi gelandang.

"Aku tak pernah menyatakan hal ini sebelumnya tak aku sempat terpilih dalam tim kriket di sekolah, bukan sepak bola," ungkap Speed.

Menurut pemeriksaan resmi yang dilakukan pihak kepolisian, tak ada yang mencurigakan dari kematian Speed.

Kematian Speed tak hanya memukul rekan-rekan dan keluarganya. Para pendukung atau fans Speed meninggalkan scarf, kostum bola dan bunga tanda belasungkawa di beberapa stadion sepak bola, termasuk Stadion Goodison Park (Everton), Elland Road (Leeds), St James Park (Newcastle), Stadion Millenium dan Cardiff City.

Asosiasi Sepak bola Wales (FAW) telah membuka buku belasungkawa di kantor mereka di Cardiff bagi para fans sehingga mereka bisa mengungkapkan perasaan mereka mengenai kematian Speed.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon